Mau Naik Berat Badan? Harus Fokus Protein, Kalori, atau Lemak?
makanan menambah berat badan dengan sehat --
INFORADAR.ID - Selama ini banyak orang sibuk menurunkan berat badan, tapi di sisi lain ada juga yang justru kesulitan menaikkannya secara sehat.
Meski merasa sudah makan banyak, berat badan tetap sulit bertambah. Padahal, untuk menaikkan berat badan dengan sehat dibutuhkan pengaturan kalori, protein, dan lemak yang tepat, bukan sekadar asal kenyang.
Sebagian orang akhirnya memilih cara instan seperti makan gorengan, fast food, atau minuman manis. Berat badan mungkin naik dengan cepat, tetapi tubuh justru mudah lelah dan berisiko mengalami gangguan kesehatan.
Lalu, sebenarnya kalau ingin menambah berat badan secara sehat, mana yang harus lebih difokuskan: kalori, protein, atau lemak?
Kuncinya ada di kalori
Hal paling penting untuk menaikkan berat badan adalah kalori. Sederhananya, jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar tubuh, berat badan akan bertambah. Kondisi ini disebut kalori surplus.
Jadi, meski makan tinggi protein atau lemak, kalau total kalorinya masih kurang, berat badan tetap sulit naik. Cobalah menambah porsi makan secara bertahap atau menyisipkan camilan sehat 2–3 kali sehari.
Protein bantu tambah otot
Kalori memang membantu berat badan naik, tetapi protein berperan membentuk massa otot, bukan sekadar menambah lemak.
Jika asupan protein kurang, berat badan bisa naik tetapi tubuh terlihat lembek. Sebaliknya, protein yang cukup ditambah olahraga membuat tubuh lebih berisi, padat, dan kuat.
Beberapa sumber protein murah dan mudah didapat antara lain telur, tempe, tahu, ayam, ikan, dan susu. Usahakan ada protein di setiap waktu makan.
Lemak sehat bantu tambah energi
Lemak juga penting, asalkan memilih jenis yang sehat. Lemak mengandung kalori lebih tinggi, sehingga membantu menambah energi tanpa harus makan dalam porsi besar. Ini cocok bagi yang cepat kenyang.
Sumber lemak sehat bisa berasal dari alpukat, kacang-kacangan, selai kacang, minyak zaitun, dan ikan berlemak. Sebaliknya, gorengan dan fast food sebaiknya dibatasi karena tinggi lemak jenuh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
