Belajar Desain dan Layout Majalah, Santri Ponpes Al-ihsan Asah Kreativitas Jurnalistik dan Visual
Dokumentasi Bersama dengan para siswa setelah pelatihan --
INFORADAR.ID - Upaya mendorong kreativitas dan minat berkarya di kalangan siswa SMK terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan jurnalistik dasar yang digelar selama dua hari di Pondok Pesantren Al-Ihsan, Anyer.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus mengasah kemampuan desain di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Pelatihan yang berlangsung pada 19–20 Januari 2026 tersebut mengangkat tema “Membangun Kreativitas Siswa melalui Jurnalistik di Era Digital”.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Lala Nabilah Chandra dan A. Suryana Sudrajat, yang memberikan materi seputar jurnalistik dasar dan pengembangan karya kreatif bagi siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV)
Salah satu pemateri, Lala Nabilah Chandra, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar siswa mampu menghasilkan karya yang bermanfaat setelah lulus dari sekolah.
Menurutnya, keterampilan desain grafis dan jurnalistik menjadi bekal penting bagi siswa SMK, terutama untuk menghadapi dunia kerja dan industri kreatif yang semakin kompetitif.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi dasar-dasar jurnalistik, mulai dari pengantar jurnalistik, pengenalan media cetak, hingga pembahasan sejarah Majalah Panji Masyarakat.
Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan proses kerja jurnalistik dan multimedia agar memiliki gambaran nyata tentang praktik di lapangan.
A. Suryana Sudrajat menilai antusiasme siswa menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa pelatihan jurnalistik ini merupakan pengalaman pertama bagi sebagian besar siswa.
“Respon mereka sangat positif karena sebelumnya belum pernah ada pelatihan seperti ini. Bahkan, sekolah ini baru pertama kali mengadakan pelatihan jurnalistik sejak berdiri pada 2007. Dulu jurusannya masih multimedia, belum DKV,” ujarnya.
Meski demikian, Suryana mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi siswa SMK saat ini adalah kurangnya motivasi untuk berkarya.
Menurutnya, siswa membutuhkan dorongan dan ruang praktik agar lebih percaya diri. “Biasanya kalau sudah ada pelatihan dan diajak membuat suatu kreativitas, semangat mereka langsung naik" katanya.
Salah satu siswa peserta pelatihan, viky alistia mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman baru dan membuka wawasannya. Ia mengatakan pelatihan ini membuatnya lebih memahami dunia jurnalistik dan pentingnya karya yang memiliki makna.
“Jadi kepikiran kalau karya yang kita buat nanti bisa dipakai dan bahkan dikembangkan jadi peluang usaha dan dpet duit juga“ ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
