Dulu Dianggap Jadul, Kini Profesi Petani Jadi Karier Bergengsi di Era Modern
ilustrasi petani yang sedang menanam padi--freepik @rawpixel.com
INFORADAR.ID - Selama ini, profesi petani sering dianggap kuno dan kurang menarik bagi generasi muda. Namun, pandangan tersebut kini berubah drastis.
Di tengah kondisi ekonomi global yang tak menentu, ancaman perubahan iklim, serta meningkatnya kebutuhan pangan dunia, sektor pertanian justru bangkit menjadi bidang strategis yang sangat menjanjikan.
Kini, profesi petani bukan lagi tentang pekerjaan tradisional, tetapi tentang masa depan ketahanan pangan dunia.
Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum (WEF), petani termasuk dalam daftar pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat hingga tahun 2030.
Dalam beberapa tahun mendatang, sektor ini bahkan diperkirakan akan membutuhkan tambahan sekitar 35 juta tenaga kerja baru di seluruh dunia.
Presiden World Farmers’ Organisation, Arnold Puech Pays d’Alissac, menyebut bahwa regenerasi profesi petani sangat dibutuhkan.
Menurutnya, banyak petani saat ini sudah berusia lanjut, sementara dunia membutuhkan tenaga muda yang siap membawa inovasi.
“Sebagian besar petani akan segera memasuki masa pensiun. Ini menjadi kesempatan besar bagi generasi muda untuk mengambil peran,” ungkapnya dalam forum ekonomi di Davos.
BACA JUGA:Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2025: Ajakan Menjaga Kekayaan Alam Indonesia

ilustrasi petani yang sedang menanam padi--pixabay @sasint
Pertanian, Peluang yang Kembali Bersinar
Permintaan terhadap pangan dunia terus meningkat seiring pertumbuhan populasi global yang diperkirakan mencapai 10,3 miliar jiwa pada dekade 2080-an.
World Resources Institute bahkan menilai dunia perlu menutup kesenjangan produksi pangan hingga 56% pada tahun 2050 untuk mencukupi kebutuhan seluruh penduduk bumi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
