Disway Award

Dulu Dianggap Jadul, Kini Profesi Petani Jadi Karier Bergengsi di Era Modern

Dulu Dianggap Jadul, Kini Profesi Petani Jadi Karier Bergengsi di Era Modern

ilustrasi petani yang sedang menanam padi--freepik @rawpixel.com

Dengan dukungan teknologi canggih seperti drone, kecerdasan buatan (AI), dan sistem pertanian presisi, pekerjaan di sektor ini kini jauh lebih modern. 

Petani masa kini bukan hanya bekerja di sawah, tetapi juga mengelola data, menerapkan inovasi, dan menciptakan sistem produksi yang lebih efisien.

Tantangan bagi Petani Muda

Meski potensinya besar, tantangan di sektor pertanian tetap tidak bisa diabaikan. 

Menurut d’Alissac, ada tiga hal utama yang perlu diperkuat agar semakin banyak anak muda tertarik terjun ke dunia ini

1. Pelatihan dan bimbingan intensif agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern.

2. Akses lahan yang mudah dan berkelanjutan untuk mendorong investasi jangka panjang.

3. Pembiayaan yang inklusif supaya petani muda bisa memulai tanpa terbebani modal besar.

BACA JUGA:ILLIT Didapuk Nyanyikan Lagu Pembuka Anime ‘Tis Time for Torture Princess’

BACA JUGA:Cara Cek Formasi CPNS 2026 di SSCASN BKN, Simak Persyaratan Terbarunya

Mendorong Pertanian Berkelanjutan dan Tangguh Iklim

Melalui inisiatif “100 Million Farmers”, WEF turut berupaya mempercepat peralihan menuju sistem pertanian yang berkelanjutan. 

Program ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas tanah, penguatan posisi petani kecil, dan kemudahan akses terhadap pendanaan yang adil.

Profesi petani kini tak lagi sekadar pekerjaan tradisional, tetapi menjadi bagian penting dari solusi masa depan. 

Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan global, generasi muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui inovasi pertanian modern yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: