Disway Award

Jamur Tiram, Solusi Inovatif BUMDes Pandeglang untuk Ketahanan Pangan

Jamur Tiram, Solusi Inovatif BUMDes Pandeglang untuk Ketahanan Pangan

Budidaya jamur tiram-Dok. Istimewa-

INFORADAR.ID- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mandiri yang terletak di Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, sedang mengembangkan usaha budidaya jamur tiram

Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung program Asta Cita yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di tanah air.

Tempat budidaya jamur tiram BUMDes Berkah Mandiri tidak jauh dari objek wisata Gunung Karang di Pandeglang. 

Lokasi yang strategis ini memungkinkan pengunjung untuk menyaksikan proses budidaya langsung sambil membeli hasil panennya untuk dijadikan oleh-oleh.

BACA JUGA:Keliling Kota Serang Gratis Dengan Trans Banten di Akhir Pekan Ini Rutenya

BACA JUGA:Resep Pecak Bandeng Ala Rumahan Sajian Kuliner Banten

Direktur BUMDes Berkah Mandiri, Uus Sutia, menjelaskan bahwa ide untuk mengembangkan jamur tiram muncul karena Desa Kaduengang memiliki potensi geografis yang mendukung, terletak di area pegunungan dengan iklim yang sejuk dan lembap, sangat ideal untuk pertumbuhan jamur.

Uus juga mengungkapkan bahwa Jamur Tiram ini dipilih karena memiliki nilai konsumsi yang tinggi sekaligus pasar yang baik.

Di tahap pertama, ia menanam 6.000 beglog, dan di tahap kedua 4.000 beglog, sehingga totalnya sekitar ada 10.000 beglog.

Ia juga menyebutkan bahwa harga jamur tiram yang dijual di tempat budidaya mencapai Rp15 ribu per kilogram. Namun, proses produksi tidak selalu berjalan tanpa kendala.

BACA JUGA:Tunjangan ASN Pemkot Serang Terancam Dipangkas pada 2027, Budi Rustandi Dorong Kenaikan PAD

BACA JUGA:2 Resep Tiramisu Cake Sederhana dan Ekonomis

“Masalahnya, bahan baku bubuk gergaji agak sulit didapat saat ini. Namun, untuk aspek pemasaran, Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Saat ini, budidaya jamur tiram tersebut dioperasikan oleh tiga orang karyawan. Jika semua jamur tumbuh dengan baik, produksi dapat mencapai 50 kilogram setiap harinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: