Viral Dugaan Kekerasan Seksual Verbal di UI
Viral Dugaan Kekerasan Seksual Verbal di UI-Istimewa-
INFORADAR.ID - Kasus dugaan kekerasan seksual secara verbal yang melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia tengah menjadi sorotan publik. Isu ini pertama kali mencuat dan viral di media sosial X setelah beredarnya tangkapan layar percakapan dari sebuah grup mahasiswa.
Unggahan tersebut menunjukkan percakapan yang diduga mengandung unsur pelecehan verbal, mulai dari komentar vulgar, objektifikasi tubuh perempuan, hingga penggunaan istilah yang dinilai tidak pantas. Thread tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi perhatian warganet.
Laporan Resmi dan Sikap Fakultas
Menanggapi hal tersebut, pihak Fakultas Hukum Universitas Indonesia menyatakan telah menerima laporan resmi pada 12 April 2026. Dalam pernyataan resminya, fakultas menegaskan bahwa kasus ini berpotensi melanggar kode etik mahasiswa dan tidak menutup kemungkinan mengandung unsur pidana.
Dekan FH UI, Parulian Paidi Aritonang, menyampaikan bahwa pihak fakultas mengecam keras segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik.
Saat ini, kampus tengah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya penelusuran dan verifikasi data secara menyeluruh, pendalaman bukti serta kronologi kejadian, hingga koordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum. Proses ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan menjunjung keadilan bagi seluruh pihak.
BACA JUGA:Duck Face Usai, Gen Z Pout Mulai Mendominasi Feed Media Sosial
BACA JUGA:Kolaborasi For Revenge dan Tepe di BCF 2026 Tembus Jajaran Trending YouTube
Diduga Libatkan Belasan Mahasiswa
Berdasarkan informasi yang beredar, kasus ini diduga melibatkan belasan mahasiswa, dengan jumlah disebut mencapai sekitar 14 hingga 16 orang. Percakapan dalam grup tersebut tidak hanya dinilai tidak pantas, tetapi juga mengarah pada kekerasan seksual verbal terhadap sejumlah individu, termasuk mahasiswi.
Lebih lanjut, sejumlah akun di media sosial menyebut bahwa beberapa anggota grup tersebut merupakan mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus, seperti pimpinan organisasi kemahasiswaan hingga calon panitia kegiatan orientasi.
Beberapa pihak yang diduga terlibat juga disebut sempat menyampaikan permintaan maaf melalui forum internal sebelum kasus ini meluas ke publik. Namun, beredarnya bukti percakapan justru memicu perhatian yang lebih luas dari masyarakat.
Reaksi Publik dan Mahasiswa
Kasus ini memicu reaksi keras, baik dari masyarakat umum maupun mahasiswa di lingkungan kampus. Sejumlah organisasi internal kampus, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), turut mengeluarkan pernyataan sikap yang mengecam tindakan tersebut dan mendukung proses investigasi yang sedang berjalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
