BookTok dan Bookstagram, Cara Baru Keluar dari Reading Slump
Minat baca menurun di era media sosial dan modern atau disebut dengan Reading slump--
INFORADAR. ID Di tengah gempuran media sosial dan kebiasaan scrolling tanpa henti, banyak orang merasa semakin sulit menyelesaikan satu buku.
Niat membaca ada, buku sudah dibeli, tetapi sulit sekali menamatkan satu buku. Fenomena ini dikenal dengan istilah reading slump — kondisi ketika minat dan fokus membaca menurun, meski sebenarnya bukan karena malas.
Namun menariknya, media sosial yang sering dituding sebagai penyebab turunnya minat baca justru mulai menjadi solusi.
Kehadiran komunitas literasi digital seperti BookTok di TikTok dan Bookstagram di Instagram kini membantu banyak anak muda menemukan kembali semangat membaca.
Ini dia kenapa BookTok dan Bookstagram bisa jadi cara baru untuk mengatasi reading slump
1. Rekomendasi buku yang lebih relatable
Melalui video singkat dan foto estetik, kreator BookTok dan Bookstagram rutin membagikan ulasan buku, kutipan menarik, hingga reaksi emosional setelah membaca. Konsep review yang ringan dan personal membuat rekomendasi terasa lebih dekat.
Alih-alih resensi panjang, konten seperti “novel yang bikin nangis semalaman” atau “buku tipis tamat dalam sehari” justru memancing rasa penasaran. Dari rasa penasaran inilah, kebiasaan membaca perlahan tumbuh kembali.
2. Membaca jadi tren gaya hidup
Tak hanya soal rekomendasi, BookTok dan Bookstagram juga mengubah citra membaca. Buku kini ditampilkan sebagai bagian dari gaya hidup anak muda, ditemani kopi, musik santai, atau suasana kamar yang nyaman.
Konten seperti reading vlog, book haul, hingga dekorasi rak buku membuat aktivitas membaca terlihat menyenangkan. Bagi sebagian orang, hal ini cukup efektif untuk keluar dari reading slump.
3. Efek komunitas
Faktor lain yang berpengaruh adalah hadirnya komunitas. Pengguna dapat berdiskusi di kolom komentar, berbagi progres bacaan, atau mengikuti reading challenge.
Ketika banyak orang membaca buku yang sama dan membahasnya bersama, muncul motivasi sosial untuk ikut membaca agar tidak tertinggal obrolan. Cara ini cukup efektif bagi mereka yang sulit konsisten sendirian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
