QRIS Makin Canggih, Begini Masa Depan Pembayaran Digital Indonesia
Pembayaran qris-InterActive-
INFORADAR.ID — Semakin pesatnya perkembangan teknologi berpengaruh juga pada kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi yang tadinya dilakukan dengan pembayaran tunai, kini berubah ke pembayaran digital. Salah satu pendorong utamanya adalah QRIS (Quick Response Code Indonesiaan Standard) yang dikembangkan oleh bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran untuk membuat transaksi menjadi mudah, cepat, aman dan efisien.
Perkembangan QRIS terlihat dari jumlah penggunanya. Bank Indonesia mencatat QRIS telah mencapai 60,77 juta pengguna pada Februari 2026. Angka tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran berbasis kode QR dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan transaksi juga berlangsung pesat. Pada Mei 2026, Volume transaksi pembayaran digital secara menyeluruh mencapai angka 5,22 miliar transaksi, tumbuh 28,14 persen pertahun. Sementara dari QRIS mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 95,10 persen pertahun.
BACA JUGA:Bikin Nostalgia! Dari Majalah Ke Layar Lebar, Ini Dia Jajaran Cast Oki & Nirmala
BACA JUGA:6 Warna Pakaian yang Sering Dipilih Introvert, dari Soft Blue hingga Warm Grey
QRIS pun tidak berhenti pada metode pembayaran dengan memindai kode. Bank Indonesia mengembangkan QRIS TAP yang menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC). Dengan fitur ini, pengguna cukup mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran tanpa perlu memindai kode QR secara manual.
Selain itu ekosistem nya juga semakin luas melalui QRIS Antar negara. Tepatnya pada bulan April 2026, Indonesia resmi menghubungkan QRIS dengan sistem pembayaran Korea Selatan. Masyarakat Indonesia yang sedang berada di Korea bisa menggunakan aplikasi domestik untuk bertransaksi tanpa perlu menukarnya dulu dengan mata uang lokal.
Dengan adanya hal ini, menunjukan bahwa masa depan pembayaran digital tidak sekedar menghilangkan uang tunai. Sistem pembayaran digital diarahkan agar bisa menjadi semakin terintegrasi, cepat, dan lintas negara, yang sejalan dengan agenda tranformasi digital dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.
BACA JUGA:6 Warna Pakaian yang Sering Dipilih Introvert, dari Soft Blue hingga Warm Grey
BACA JUGA:Guru PPPK Mau Jadi PNS? Tetap Harus Tes, Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Dimulai 2027
Meski demikian, uang tunai belum sepenuhnya kehilangan peran. Ketersediaan internet, kepemilikan perangkat, literasi digital, keamanan transaksi, dan akses layanan keuangan masih menjadi tantangan. Namun, dengan inovasi QRIS dan infrastruktur pembayaran digital yang terus berkembang, Indonesia semakin dekat menuju ekosistem transaksi yang minim ketergantungan pada uang tunai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: