Bawa Semangat Literasi dan Dakwah, Saripul Jadi Duta Literasi UIN SMH Banten 2025
Penyerahan selempang kepada Duta Literasi terpilih-Imay Indari (Pribadi) -
INFORADAR.ID - Dunia literasi UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kembali mencatatkan nama baru yang menginspirasi. Saripul, mahasiswa Fakultas Dakwah, jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), resmi dinobatkan sebagai Winner Duta Literasi UIN SMH Banten 2025.
Sosok muda ini dikenal bukan hanya karena kecintaannya pada dunia tulis-menulis, tetapi juga karena dedikasinya dalam dunia dakwah, baik secara langsung di masyarakat maupun melalui platform digital.
Saripul merupakan alumni terbaik Ma’had Darul Hadist angkatan ke-19. Sejak kecil, ia sudah menaruh minat mendalam terhadap literasi. Kini, ia tengah menyiapkan buku pertamanya yang berjudul “Nasihatus Syabbab”, kumpulan nasihat reflektif untuk generasi muda. Karena baginya menulis dan berdakwah adalah dua jalan yang sama, yaitu menyebarkan kebaikan lewat kata.
Menjadi Duta Literasi bagi Saripul bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga amanah besar. Ia merasa bersyukur dan terharu. Baginya ini bukan hanya gelar, melainkan tanggung jawab untuk menghidupkan semangat membaca dan menulis di lingkungan kampus.
Ia menambahkan, peran duta literasi baginya adalah cara untuk memperluas manfaat dakwah dengan pendekatan yang lebih santai, inspiratif, dan relevan bagi generasi muda.
BACA JUGA:Tialika, Mahasiswi UIN Banten yang Berjaya di Berbagai Ajang Duta
BACA JUGA:Siswi SMA Ki Hajar Dewantoro Jadi Duta Pendidikan Termuda di Provinsi Banten
Perjalanan Saripul di dunia literasi dimulai sejak masa pesantren. Ia terbiasa menulis setiap nasihat yang disampaikan oleh gurunya. Kebiasaan itu berlanjut hingga bangku kuliah, di mana ia semakin aktif menulis artikel, naskah ceramah, dan catatan kehidupan yang dibagikannya di media sosial. Saat seleksi Duta Literasi, ia hanya berusaha menampilkan apa adanya, seorang mahasiswa yang mencintai ilmu dan menulis dengan hati.
Meski penuh semangat, Saripul tidak menutup mata terhadap tantangan besar di dunia literasi kampus. Menurutnya, tantangan terbesarnya adalah rendahnya kesadaran literasi di kalangan mahasiswa. Banyak yang masih menganggap membaca dan menulis itu hal yang berat, bukan kebutuhan.
Ia menilai, tugas seorang Duta Literasi bukan sekadar menjalankan program, tapi juga membangun pondasi gerakan literasi yang kuat dan berkelanjutan.
Baginya, literasi di era digital bukan hanya soal membaca dan menulis, tapi tentang kemampuan memahami, menyeleksi, dan menyebarkan kebenaran. Ia berharap mahasiswa Gen Z mampu menjadi pencipta gagasan, bukan hanya penikmat konten.
Ke depan, Saripul berencana meluncurkan program “CollaRead” (Collaborative Reading and Writing), sebuah ruang kolaborasi baca-tulis lintas fakultas. Program ini akan menghadirkan kegiatan seperti ngopi literasi, diskusi santai, hingga proyek menulis bersama yang hasilnya akan dipublikasikan di media kampus.
BACA JUGA:Mahasiswa PPL dan PLP UIN Banten Gelar Sosialisasi Bahaya Hoaks di MAN 2 Kota Serang
BACA JUGA:FKBM KIP-K UIN SMH Banten Hadirkan Ustadz Hudzaifah Aslam dalam Milad ke-14
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
