Rupiah Menguat Tipis, Harga Emas Antam Tembus Rp2,9 Juta per Gram pada 5 Juni 2026
Dollar tembus 18 ribuan, harga emas hampir menginjak angka 3 juta-Pinterest/Lingkar.co-
INFORADAR.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Di saat yang sama, harga emas batangan 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih bertahan di level tinggi dan mendekati Rp3 juta per gram.
Berdasarkan data perdagangan, kurs dolar AS terhadap rupiah berada di level Rp18.056,017 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,03 persen atau sekitar 4,783 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah yang terjadi tergolong terbatas di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebijakan suku bunga hingga pergerakan harga komoditas dunia.
Sementara itu, pasar logam mulia masih menjadi perhatian investor yang mencari instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga emas Antam tercatat berada pada level Rp2.909.000 per gram.
Harga tersebut menempatkan emas Antam tetap berada di kisaran rekor tertingginya sepanjang tahun 2026. Tingginya harga emas mencerminkan masih kuatnya minat masyarakat terhadap aset safe haven.
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam Merosot ke Rp2,88 Juta per Gram
BACA JUGA:Open Trip Bandung 2026: Hadirkan Wisata Healing dan Pengalaman Berkesan bagi Puluhan Peserta
Selain harga jual, Antam juga menetapkan harga pembelian kembali atau buyback sebesar Rp2.618.100 per gram. Harga buyback merupakan nilai yang diterima pelanggan apabila menjual kembali emasnya kepada Antam.
Selisih antara harga jual dan harga buyback masih menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor sebelum melakukan transaksi emas fisik.
Analis menilai pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, inflasi, serta arah kebijakan bank sentral negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat.
Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, emas cenderung menjadi pilihan investasi yang dianggap lebih aman dibandingkan instrumen berisiko tinggi seperti saham.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang memengaruhi harga emas domestik. Pelemahan atau penguatan rupiah terhadap dolar AS dapat berdampak langsung pada harga emas di pasar dalam negeri.
BACA JUGA:Kejari Tunjuk 2 Jaksa Tangani Kasus Kecelakaan Maut Pejabat Pemkab Pandeglang
BACA JUGA:Mahasiswa KPI UIN Banten Kunjungi 3 Situs Bersejarah di Kaujon
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: