BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami di Pandeglang, Antisipasi Bencana
BMKG gelar Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami di Pandeglang-Dok. Istimewa-
INFORADAR.ID- Antisipasi bencana, BMKG gelar sekolah lapang gempa dan tsunai di Pandeglang.
Untuk menghadapi potensi bencana, program sekolah lapang gempa dan tsunami di Pandeglang akhirnya dibuka oleh BMKG.
Program sekolah lapang gempa dan tsunami (SLG) 2025 ini dilaksanakan oleh BMKG di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Program ini merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi bencana, terutama dalam menghadapi kemungkinan gempa dan tsunami.
BACA JUGA:BPJS PBI Tercoret? Ini Cara Aktifkan Kembali Menurut Dinsos Pandeglang
BACA JUGA:PPPK Paruh Waktu 2025 di Lebak, DPRD Desak Pemkab Bersikap Transparan dalam Proses Pengusulan
SLG yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025 ini menjadikan Pandeglang sebagai lokasi pusat, karena daerah tersebut memiliki risiko tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, menyebutkan bahwa pendidikan tentang kesiapsiagaan merupakan faktor penting mengingat adanya peningkatan frekuensi gempa dan kompleksitas dalam mekanisme terbentuknya tsunami.
Setyoajie menjelaskan bahwa risiko bencana bisa diminimalkan jika dilakukan mitigasi dengan cara sistematis dan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat.
BACA JUGA:Seniman Asal Cinangka Raih Juara 1 di Ajang Pekan Budaya Banten
BACA JUGA:Ratusan Siswa SMAN 1 Cimarga Terima Konseling dan Terapi Penyembuhan dari KPAI
“Kabupaten Pandeglang memiliki risiko kerawanan yang tinggi karena dipengaruhi oleh empat sumber utama bencana,” ucapnya.
Keempat sumber potensi bencana tersebut adalah Zona Megathrust Selatan Jawa, zona sesar aktif, Zona Graben Selat Sunda, dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Peristiwa tsunami pada 22 Desember 2018 yang diakibatkan oleh longsoran Anak Krakatau dan gempa berkekuatan M6,9 pada tahun 2019 menjadi pengingat bahwa ancaman bencana di Pandeglang sangat kompleks baik yang bersumber dari tektonik maupun nontektonik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
