Disway Award

ZILC Perdana, Santri Ziyadatul Ilmi Dilatih Jadi Pemimpin Masa Depan

ZILC Perdana, Santri Ziyadatul Ilmi Dilatih Jadi Pemimpin Masa Depan

ZILC Perdana Ponpes Ziyadatul Ilmi-Atala Gen RB-

INFORADAR.ID - Pondok Pesantren Ziyadatul Ilmi Kota Serang menggelar Ziyadatul Ilmi Leadership Camp (ZILC) perdana pada 18–19 September 2025. Acara ini bertujuan mencetak generasi kepemimpinan baru untuk OSZI (Organisasi Santri Ziyadatul Ilmi) melalui rangkaian kegiatan motivasi, religi, hingga permainan edukatif.

Panitia menyebut, ZILC menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat santri dalam kepemimpinan. 

“Tantangan terbesar kami adalah bagaimana menarik minat anak-anak yang awalnya belum tertarik, sehingga kami berusaha menciptakan suasana yang asik dan menyenangkan,” ujar Mustofa Yusuf salah satu panitia.

BACA JUGA:Ponpes Ziyadatul Ilmi Digitalisasi Pesantren dengan Sitrendi dan Peringati Isra' Mi'raj

BACA JUGA:Manasik Haji di Pesantren Ziyadatul Ilmi, Bikin Rindu Mekkah Meski Belum ke Sana

Kegiatan yang berlangsung di dalam pesantren dan area outdoor sekitarnya ini menghadirkan Coach Nuzulul Fajar, S.Ag., CPS., CT.SA., CH., CHt. dari globaloutbound.id, seorang pakar kepemimpinan berpengalaman yang kerap menjadi pembicara, termasuk di forum DPRD.

Selain materi motivasi dan kepesantrenan, acara games menjadi momen paling berkesan. Panitia merancang permainan edukatif seperti “mengurutkan nomor sepatu tanpa suara” yang mengajarkan santri pentingnya mengenal dan memahami anggota kelompok. 

“Games ini bukan sekadar seru-seruan, tapi penuh makna kebersamaan dan kepemimpinan,” tambah Yusuf.

Peserta terdiri dari santri kelas IX SMP hingga kelas XI SMA. Mereka mengikuti kegiatan padat mulai dari sholat dhuha, istighosah, pelatihan PBB, hingga outbond bersama motivator. 

BACA JUGA:Pondok Pesantren Al-Qur'an At-Thabraniyyah Sukses Gelar Haul ke-32 KH. Thabrani Achmad Sekaligus Khatmil Quran

BACA JUGA:FKBM KIP-K UIN SMH Banten Hadirkan Ustadz Hudzaifah Aslam dalam Milad ke-14

Menurut pembina OSZI Faiq Al-Alawi, aspek religi sengaja digabungkan untuk menanamkan nilai bahwa seorang pemimpin juga harus berkontribusi pada kehidupan spiritual.

Panitia berharap ZILC dapat menjadi pengalaman berharga bagi santri dalam memahami makna kepemimpinan. 

“Harapan kami, anak-anak bisa mengambil makna kegiatan ini dan menjadikannya motivasi di kemudian hari,” ungkap Faiq. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: