Disway Award

Manasik Haji di Pesantren Ziyadatul Ilmi, Bikin Rindu Mekkah Meski Belum ke Sana

Manasik Haji di Pesantren Ziyadatul Ilmi, Bikin Rindu Mekkah Meski Belum ke Sana

Manasik haji pondok pesantren Ziyadatul Ilmi -Atala Gen RB-

INFORADAR.ID - Hari ini suasana di Pondok Pesantren Ziyadatul Ilmi terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Sejak pagi, halaman pondok dipenuhi santri yang mengenakan pakaian ihram serba putih. Mereka berkumpul dengan semangat mengikuti manasik haji, agenda tahunan yang selalu ditunggu karena seru, bermakna, dan jadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Kegiatan ini bukan sekadar teori atau hafalan. Para santri menjalani simulasi lengkap dari rangkaian ibadah haji, mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, sampai thawaf dan sa’i. Semuanya disusun menyerupai suasana haji sungguhan. Talbiyah dilantunkan serentak, langkah kaki tertib, dan aura khusyuk benar-benar terasa.

Faiq Al-Alawi, salah satu pembimbing manasik tahun ini, mengaku paling terkesan dengan semangat para santri. “Melihat anak-anak begitu antusias, itu luar biasa. Mereka bukan cuma datang karena kewajiban, tapi benar-benar menjiwai setiap tahapannya,” katanya.

Menurut Faiq, manasik ini jadi cara efektif untuk memperkenalkan ibadah haji secara nyata. “Kita tahu nggak semua orang bisa naik haji. Nah, dengan simulasi seperti ini, setidaknya mereka punya gambaran. Mereka tahu prosesnya seperti apa, dan bisa lebih menghargai ibadah itu,” jelasnya.

BACA JUGA:Haji Sebagai Peristiwa Komunikasi Multi-Dimensi

BACA JUGA:Ponpes Ziyadatul Ilmi Digitalisasi Pesantren dengan Sitrendi dan Peringati Isra' Mi'raj

Ada beberapa momen yang membuat Faiq sendiri ikut terharu. “Beberapa anak tampak benar-benar tenggelam dalam suasana. ada beberapa yang bercanda, tapi ada juga yang begitu khusyuk waktu wukuf. Rasanya seperti melihat jamaah haji beneran,” ceritanya sambil tersenyum.

Bagi Faiq, bagian paling penting dari manasik adalah saat santri bisa mempraktikkan langsung ilmu yang biasanya hanya mereka pelajari di kelas. “Materi tentang haji itu memang sering diajarkan, tapi kalau nggak dipraktikkan, ya cepat lupa. Lewat praktik ini, mereka lebih paham dan insyaAllah lebih tertanam,” ujarnya.

Persiapan kegiatan tahun ini, kata Faiq, berlangsung cukup santai. “Karena ini bukan kali pertama, panitia dan pengajar sudah hafal alurnya. Jadi tinggal menjalankan saja seperti biasa,” katanya. Walau tidak ribet, suasana dan pelaksanaan tetap dibuat semaksimal mungkin agar terasa istimewa.

Tujuan dari kegiatan ini, menurut Mustofa Yusuf selaku Ketua Acara, adalah memperkuat pemahaman santri terhadap ibadah haji secara menyeluruh. “Kami ingin santri nggak hanya paham teori, tapi juga punya pengalaman praktiknya. Jadi kalau suatu hari mereka mendapat panggilan ke Tanah Suci, mereka sudah siap secara lahir dan batin,” jelasnya.

BACA JUGA:Uang Saku Ibadah Haji 2025: Rekomendasi Jumlah Ideal dan Tips Mengelola Pengeluaran

BACA JUGA:Haji Furoda 2025: Solusi Berangkat Haji Langsung Tanpa Antrean, Ini Biayanya

Mustofa juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. “Minimal mereka tahu dasar-dasarnya dulu. Syukur-syukur bisa jadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan memantaskan diri agar suatu hari benar-benar bisa berhaji,” ujarnya penuh harap.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: