INFORADAR.ID - Sering merasa wajah lebih kusam, mudah berjerawat, atau terasa tidak nyaman setelah seharian beraktivitas di luar ruangan? Jangan hanya menyalahkan skincare yang sedang digunakan. Paparan asap dan polusi udara juga bisa ikut memengaruhi kondisi kulit, terutama ketika terjadi berulang dalam waktu lama.
Berbagai partikel polutan dapat menempel langsung di permukaan kulit. Jenisnya pun beragam, mulai dari particulate matter (PM2.5 dan PM10), ozon, oksida, volatile organic compounds (VOCs), polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), hingga asap rokok.
Kulit sebenarnya memiliki sistem pertahanan alami untuk menghadapi paparan dari lingkungan. Salah satunya adalah mikrobioma kulit yang terdiri dari berbagai mikroorganisme dan berperan dalam membantu menjaga kesehatan kulit serta mendukung sistem imun.
Namun, paparan polusi yang terlalu sering dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma tersebut. Ketika keseimbangannya terganggu, kondisi kulit pun bisa ikut berubah dan menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah.
1. Polusi Bisa Mengganggu Skin Barrier
Partikel polusi yang menempel pada permukaan kulit dapat terperangkap bersama bakteri dan kotoran di sekitar pori-pori. Kondisi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung munculnya jerawat, terutama ketika kulit juga mengalami ketidakseimbangan mikrobioma.
BACA JUGA:Sentuhan Glamor Estetika Y2K: Kenalan dengan Bedazzling, Teknik Hias Permata yang Kembali Viral
BACA JUGA:Jennie BLACKPINK Ubah adidas Superstar Jadi Ballet Sneakers yang Chic
Selain itu, paparan polutan juga dapat berkontribusi terhadap gangguan skin barrier. Padahal, lapisan ini berfungsi sebagai salah satu pelindung kulit dari alergen dan berbagai zat dari lingkungan.
2. Dampaknya Tidak Selalu Langsung Terlihat
Efek polusi terhadap kulit tidak selalu muncul dalam hitungan jam. Paparan yang terjadi berulang kali dapat memberikan dampak yang menumpuk seiring waktu.
Salah satu dampak jangka panjang yang perlu diperhatikan adalah munculnya tanda-tanda penuaan kulit lebih cepat. Paparan polutan dapat berkontribusi terhadap munculnya kerutan dan garis halus serta berkurangnya elastisitas kulit.
Polutan tertentu seperti PAHs dan ozon juga dikaitkan dengan risiko masalah kulit yang lebih serius ketika seseorang mengalami paparan dalam jangka panjang. Karena itu, menjaga kulit dari polusi bukan hanya persoalan mempertahankan tampilan wajah agar tetap glowing.
3. Cek Kualitas Udara Sebelum Keluar Rumah
Mengurangi polusi udara tentu menjadi cara paling efektif untuk menghindari paparannya. Namun, kualitas udara tidak selalu bisa dikendalikan oleh setiap individu.