Dulu Dicap Membosankan, Kenapa Gen Z Malah Berebut Jadi Akuntan?

Dulu Dicap Membosankan, Kenapa Gen Z Malah Berebut Jadi Akuntan?

Gen Z Malah Berebut Jadi Akuntan--

INFORADAR.ID - Akuntansi yang dulu kerap dicap sebagai pekerjaan membosankan kini justru mulai dilirik Gen Z. Di tengah biaya hidup yang semakin tinggi dan persaingan mencari kerja yang ketat, profesi ini menawarkan dua hal yang semakin diburu anak muda: penghasilan dan stabilitas karier.

Perubahan minat tersebut terjadi ketika banyak Gen Z mulai mengubah cara pandang dalam memilih pekerjaan. Jika sebelumnya pekerjaan impian menjadi tujuan utama, kini besaran gaji dan keamanan pekerjaan ikut menjadi pertimbangan penting sebelum menerima sebuah posisi.

Kondisi ekonomi menjadi salah satu alasan di balik perubahan tersebut. Biaya sewa tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai pengeluaran lainnya membuat banyak anak muda mencari pekerjaan yang memungkinkan mereka hidup mandiri secara finansial.

Di tengah situasi itu, profesi akuntan justru memiliki peluang yang cukup besar. Mengutip YourTango, laporan Fortune menyebut lebih dari 340.000 akuntan telah meninggalkan profesinya dalam lima tahun terakhir. Pada saat yang sama, banyak akuntan senior diperkirakan memasuki masa pensiun dalam satu dekade mendatang.

Gelombang keluarnya tenaga profesional tersebut membuat kebutuhan terhadap akuntan semakin terbuka. Posisi yang ditinggalkan generasi sebelumnya menjadi ruang baru yang dapat diisi oleh tenaga kerja muda, termasuk Gen Z.

BACA JUGA:Tren Adopsi Orangutan Online Ramai di Kalangan Anak Muda, Begini Cara Ikutnya

BACA JUGA:Penuh Makna! Semarak Maulid di Cibeber: Kreativitas Panjangan&Tradisi nanggalaken jadi Representasi Cinta Nabi

Menariknya, akuntansi selama bertahun-tahun justru memiliki citra sebagai pekerjaan yang monoton. Sebuah studi pada 2022 bahkan menempatkan profesi akuntan sebagai salah satu pekerjaan yang dianggap paling membosankan.

Namun, label tersebut tampaknya tidak terlalu menjadi masalah bagi Gen Z. Ketika kondisi finansial menjadi perhatian utama, pekerjaan yang dianggap membosankan sekalipun tetap menarik selama menawarkan prospek penghasilan dan karier yang jelas.

Survei Monster yang dikutip sumber tersebut menunjukkan 70 persen responden Gen Z menjadikan gaji sebagai salah satu motivasi dalam memilih pekerjaan. Faktor berikutnya yang juga dipertimbangkan adalah manfaat pekerjaan, termasuk asuransi kesehatan.

Cara Gen Z mencari pekerjaan pun ikut berubah. Survei Handshake terhadap 1.800 lulusan perguruan tinggi menunjukkan banyak lulusan baru bersedia melamar berbagai posisi selama pekerjaan tersebut memenuhi ekspektasi penghasilan mereka, meski tidak selalu sesuai dengan jurusan kuliah.

Transparansi gaji juga semakin diperhatikan. Lowongan yang tidak mencantumkan kisaran penghasilan berpotensi dihindari oleh sebagian pencari kerja Gen Z karena mereka ingin mengetahui sejak awal apakah sebuah pekerjaan sebanding dengan kebutuhan finansial mereka.

BACA JUGA:Ice Cream Graham Bar Jadi Jajanan Viral, Ini yang Bikin Banyak Orang Penasaran

BACA JUGA:Tragedi Banjir Nepal: Ratusan Jenazah Dimakamkan Massal, Keluarga Masih Menanti Kepastian

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: