Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ini 5 Tips Hadapi Bahayanya

Minggu 06-09-2026,13:46 WIB
Reporter : Ihksannudin
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali menjadi perhatian. Erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) disertai suara dentuman dan gemuruh. Berdasarkan informasi BNPB pada Sabtu (5/9/2026), Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, perlu meningkatkan kesiapsiagaan. Selain material vulkanik dan abu, masyarakat juga perlu memperhatikan informasi resmi mengenai potensi bahaya lanjutan.

Agar tidak panik ketika aktivitas gunung api meningkat, berikut lima langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau.

1. Jangan mendekati kawasan gunung api

Hindari mendatangi Gunung Anak Krakatau hanya untuk melihat atau merekam aktivitas erupsi. Material vulkanik dapat terlontar dari kawasan kawah dan membahayakan siapa pun yang berada terlalu dekat. Masyarakat juga perlu mematuhi radius bahaya yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

2. Siapkan masker dan pelindung mata

Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan dan mata. Karena itu, siapkan masker serta kacamata pelindung yang dapat digunakan ketika abu vulkanik menyebar ke wilayah permukiman. Persediaan kebutuhan dasar seperti air minum, makanan, obat-obatan, senter, dan baterai juga sebaiknya disiapkan.

3. Kenali jalur evakuasi sejak dini

Jangan menunggu situasi memburuk untuk mencari jalan keluar. Masyarakat yang berada di wilayah berisiko perlu mengetahui jalur evakuasi, lokasi titik kumpul, serta tempat pengungsian yang telah ditentukan pemerintah daerah. Persiapan ini dapat membantu proses evakuasi berlangsung lebih tertib ketika peringatan diberikan.

4. Waspadai informasi tentang bahaya lanjutan

Erupsi gunung api dapat menimbulkan bahaya lain sehingga masyarakat perlu memperhatikan setiap peringatan dari petugas. Bagi masyarakat pesisir Selat Sunda, informasi mengenai potensi tsunami juga perlu diperhatikan melalui kanal resmi, bukan berdasarkan pesan berantai atau unggahan media sosial yang belum terverifikasi.

5. Ikuti arahan petugas dan sumber resmi

Ketika aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan, masyarakat sebaiknya tidak mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan suara dentuman, kepulan asap, atau video yang beredar. Pantau informasi dari PVMBG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah. Jika terdapat perintah evakuasi, segera ikuti arahan petugas menuju lokasi yang telah ditentukan.

Kesiapsiagaan menjadi langkah penting dalam menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada, mematuhi zona bahaya, dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.

 

Kategori :