Kesiapsiagaan Gempa Diperkuat, BMKG Gelar Sekolah Lapang di Daerah
latihan hadapi bencana alam-bpbd.kotimkab.go.id-
INFORADAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gencar melakukan upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi melalui program Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG). Pada bulan September 2026, kegiatan edukasi tersebut telah digelar di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Wajo.
Program ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat paham akan kesiapsiagaan gempa bumi dan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana yang terjadi terkhusus di wilayah-wilayah yang rawan akan terjadinya bencana alam.
Di Kabupaten Gianyar, Sekolah Lapang Gempa Bumi dilaksanakan pada 25 September 2026 oleh Stasiun Geofisika Kelas I Sleman. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi Menuju Indonesia Emas 2045”. BMKG menjadikan kegiatan ini sebagai wadah edukasi dan latihan bersama agar masyarakat memahami potensi bahaya gempa serta langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi.
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi hingga kini belum dapat diprediksi secara tepat mengenai waktu, lokasi, dan kekuatannya. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi salah satu aspek penting dalam mengurangi risiko bencana. Edukasi melalui Sekolah Lapang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengenali potensi bahaya, memahami informasi resmi, serta merespons kondisi darurat secara tepat.
Upaya serupa juga dilakukan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Melalui Sekolah Lapang Terpadu pada 24 September 2026, BMKG menggabungkan edukasi mengenai cuaca, iklim, dan gempa bumi. Informasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, termasuk untuk mendukung keselamatan, aktivitas pertanian dan perikanan, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Program edukasi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan literasi kebencanaan di tingkat daerah. Di Kabupaten Bogor, misalnya, BMKG mencatat telah menyelenggarakan empat kali Sekolah Lapang Gempa Bumi hingga 2026. Kegiatan itu melibatkan pemerintah daerah, BPBD, masyarakat, dan lingkungan pendidikan untuk membangun budaya siaga bencana secara berkelanjutan.
Penguatan program tersebut juga tercermin dalam rencana kerja BMKG pada 2027. Berdasarkan paparan BMKG dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, program Sekolah Lapang Gempa Bumi pada 2027 ditargetkan menyasar 2.370 peserta. Program itu menjadi salah satu prioritas dalam anggaran BMKG untuk memperkuat layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika kepada masyarakat.
Melalui edukasi dan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui bahwa wilayahnya memiliki potensi gempa, tetapi juga memahami tindakan yang tepat ketika guncangan terjadi. BMKG menilai teknologi pemantauan dan informasi kebencanaan perlu diikuti peningkatan kapasitas masyarakat agar upaya mitigasi dapat berjalan lebih efektif. Kesiapsiagaan pun menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: