Literasi Keuangan Generasi Muda Banten Diperkuat Lewat Program LIKE IT 2026

Sabtu 05-09-2026,19:24 WIB
Reporter : Ihksannudin
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten terus memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026. Program tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman finansial yang lebih baik agar generasi muda mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan layanan digital.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia mengatakan akses terhadap produk dan layanan keuangan saja belum cukup. Menurutnya, generasi muda juga perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memahami risiko sekaligus menentukan keputusan finansial yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Urgensi peningkatan literasi tersebut terlihat dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. OJK, LPS, dan BPS mencatat indeks literasi keuangan nasional berada di angka 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan dengan tingkat pemahaman terhadap produk dan layanan tersebut.

Kelompok pelajar dan mahasiswa menjadi salah satu perhatian utama karena tingkat literasi keuangannya masih berada di bawah rata-rata nasional. Dalam SNLIK 2026, indeks literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa tercatat 62,72 persen, sementara indeks inklusinya mencapai 92,76 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa banyak generasi muda telah memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi tingkat pemahamannya masih perlu diperkuat.

Melalui LIKE IT 2026, BI bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS menghadirkan berbagai kegiatan edukasi yang ditujukan kepada generasi muda. Program tersebut mencakup sesi berbagi bersama perencana keuangan mengenai penyusunan prioritas keuangan, pengelolaan pendapatan, serta persiapan keuangan untuk kebutuhan masa depan.

Program tersebut juga membuka ruang kompetisi literasi keuangan tingkat nasional bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi tersebut terdiri atas Financial Literacy Quiz (FLIQ) dan Financial Literacy Experience (FLEX) dengan total hadiah mencapai Rp84 juta. Kehadiran kompetisi diharapkan dapat membuat edukasi finansial menjadi lebih menarik dan mudah diterima oleh generasi muda.

Perkembangan layanan keuangan digital turut menjadi bagian penting dalam program literasi tersebut. Bank Indonesia mencatat hingga April 2026, QRIS telah digunakan oleh 63 juta pengguna dan lebih dari 45 juta merchant, dengan mayoritas merchant berasal dari sektor UMKM. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya aktivitas masyarakat dalam ekosistem transaksi digital.

Di tengah pertumbuhan transaksi digital, pemahaman mengenai keamanan dan risiko keuangan juga menjadi perhatian. BI melalui program PeKA atau Peduli, Kenali, dan Adukan mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan dan kejahatan digital. Edukasi tersebut penting karena peningkatan penggunaan layanan keuangan digital juga perlu diikuti kemampuan masyarakat mengenali risiko.

BI Banten melalui kampanye “Money Wise, Future Rise” juga mendorong mahasiswa dan pemuda untuk menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga maupun kampus. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu menyebarkan pengetahuan dan kebiasaan finansial yang sehat kepada lingkungan sekitarnya.

Dengan masih adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan, program edukasi menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan finansial jangka panjang. BI Banten berharap LIKE IT 2026 dapat membantu generasi muda memahami cara mengelola keuangan sekaligus lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Penguatan literasi keuangan di kalangan generasi muda pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur uang. Pemahaman yang baik juga dapat membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bertanggung jawab, mengenali risiko, serta memanfaatkan perkembangan layanan keuangan digital secara aman dan bijak.

 

Nama penulis: Rizki Febriana mahasiswa magang Universitas Serang Raya 

Kategori :