INFORADAR.ID- Kemajuan teknologi tidak selalu membawa dampak positif bagi sendi kehidupan, salah satu yang mengawatirkan adalah serangan phising yang kini telah bertransformasi semakin canggih.
Jika dulu phising dilakukan lewat penyebaran tautan mencurigakan dengan pola bahaya yang buruk dan mudah dikenali, kini phising memanfaatkan Generative AI untuk menciptakan pesan yang sangat personal, meyakinkan dan sangat mirip dengan komisi resmi perusahaan atau lembaga perbankan. Kecanggihan ini didorong oleh penggunaan teknik rekayasa sosial yang lebih mendalam. Penyerang kini mampu menyamar menjadi kerabat, pihak otoritas, atau layanan pelanggan melalui berbagai platform, mulai dari SMS (smishing), pesan instan, hingga email. Fokus utama mereka adalah mencuri kredensial akun, data kartu kredit, hingga akses One-Time Password (OTP) melalui situs palsu yang dirancang identik dengan aslinya. Menanggapi kemajuan dari phising ini, kita juga harus lebih aware terhadap kejahatan ini karena dalam ekosistem ponsel pintar, data pribadi merupakan aset berharga yang patunya kita lindungi. Untuk melindungi data diri kita, berikut langkah yang bisa kalian terapkan BACA JUGA:Potret Lisa BLACKPINK Diduga Oplas Hidung, Penampilan Lama Jadi Sorotan BACA JUGA:Persija Jakarta Resmi Rekrut Pratama Arhan, Ini Profil Mantan Pemain Timnas Indonesia itu Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Gunakan aplikasi autentikator atau kunci keamanan fisik daripada mengandalkan SMS OTP yang rentan disadap. -Verifikasi Sumber Informasi: Jangan pernah menekan tautan dalam pesan yang tidak terduga. Selalu akses situs atau aplikasi resmi melalui peramban atau toko aplikasi resmi. -Waspadai Urgensi: Phishing sering kali memicu kepanikan dengan klaim "akun diblokir" atau "transaksi mencurigakan". Tetaplah tenang dan verifikasi status akun melalui kanal resmi. BACA JUGA:5 Tips Mencari Kos supaya Betah dan Nggak Zonk, Maba Harus Tahu! BACA JUGA:KAMMI Serang Kampanyekan Perlindungan Perempuan Lewat Kajian Edukatif -Perbarui Sistem Operasi: Selalu gunakan pembaruan keamanan perangkat lunak terbaru karena produsen ponsel terus menambal celah kerentanan yang bisa dieksploitasi peretas. Dalam hal ini membentengi diri dengan edukasi mandiri tentang kejahatan cyber adalah pertahanan utama yang sudah patut di lakukan. Selalu skeptis dan waspada terhadap pesan yang meminta data sensitif. Dengan itu kita bisa meminimalisir menjadi korban dalam lanskap digital yang kian semakin kompleks..Waspada Serangan Phising yang Semakin Berevolusi Simak Cara Melindungi Data di Ponsel
Sabtu 11-07-2026,16:13 WIB
Reporter : Ihksannudin
Editor : Haidaroh
Kategori :
Terkait
Kamis 03-09-2026,16:12 WIB
Teknologi dan AI Jadi Sorotan, Universitas Negeri Malang Bahas Masa Depan Profesi Guru
Kamis 03-09-2026,16:11 WIB
80,6 Persen Penduduk Indonesia Sudah Terhubung Internet, Pemerintah Dorong Masyarakat Jadi Pemain Digital
Selasa 01-09-2026,16:11 WIB
Lonjakan Serangan Siber Sektor Pendidikan Picu Urgensi Keamanan Data Pelajar
Senin 31-08-2026,17:28 WIB
Serangan Siber Tembus 1,52 Miliar, Seberapa Aman Data Pribadi di Era AI?
Senin 24-08-2026,17:17 WIB
AI Makin Masuk Dunia Kerja, Fresh Graduate Harus Takut atau Justru Beradaptasi?
Terpopuler
Terkini
Jumat 11-09-2026,10:26 WIB
Kuasa Gelap 2 Hadir dengan Teror Rephaim, Pertarungan Iman Romo Thomas Makin Brutal
Jumat 11-09-2026,10:20 WIB
Apple Masuk Pasar HP Lipat, Samsung dan Motorola Kompak Sindir iPhone Duo
Jumat 11-09-2026,10:19 WIB
APBD Perubahan Tangsel 2026 Diarahkan ke Pelayanan Publik dan Infrastruktur
Jumat 11-09-2026,09:44 WIB
AI OpenAI Klaim Pecahkan Soal Matematika 90 Tahun, Tapi Belum Berhak Raih Hadiah Rp17 Miliar
Jumat 11-09-2026,09:43 WIB