INFORADAR.ID- Pernahkah kamu mendengar cibiran ketika seseorang mengeluh kelelahan secara emosional di tempat kerja, lalu seketika dicap sebagai generasi yang cengeng atau tidak tahan banting?
Stigma ini masih sangat melekat di budaya kerja kita. Ketika seseorang mengaku kena mental karena urusan pekerjaan, banyak yang langsung menghakiminya sebagai bentuk kelemahan karakter. Padahal, mengukur ketahanan mental seseorang tidak bisa disamakan dengan lomba lari maraton, di mana yang tidak sampai garis akhir selalu dianggap gagal. Secara medis dan psikologis, kelelahan mental atau burnout di tempat kerja bukanlah mitos atau sekadar alasan untuk bermalas-malasan. Organisasi Kesehatan Dunia bahkan telah mengklasifikasikan hal ini sebagai fenomena pekerjaan yang nyata. BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Selera: Menilik Karakter dan Ciri Kepribadian Penyuka Warna Biru BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Tren: Menilik Manfaat Work from Cafe untuk Produktivitas Kerja Kondisi ini muncul ketika seseorang menghadapi stres kronis di tempat kerja yang tidak dikelola dengan baik. Jadi, merasa hancur secara mental bukanlah tanda bahwa kamu cengeng, melainkan alarm dari tubuh dan pikiran bahwa ada ketidakseimbangan antara beban kerja yang diberikan dengan kapasitas pemulihan dirimu. Tekanan di dunia kerja saat ini memang jauh lebih kompleks, terutama bagi tenaga kerja muda yang sering dituntut untuk selalu kreatif, responsif terhadap tren yang bergerak cepat, dan harus terus terhubung dengan pekerjaan setiap saat. Belum lagi jika harus menghadapi lingkungan kerja yang beracun, ekspektasi yang tidak masuk akal, atau komunikasi yang buruk. Semua itu menguras energi emosional secara perlahan. Mengakui bahwa kamu merasa kewalahan di tengah situasi seperti itu justru merupakan bentuk kesadaran diri yang sangat baik, bukan sebuah kelemahan. BACA JUGA:Mengenal Bare Minimum Monday, Cek Infonya! BACA JUGA:Giliran Gen Z Yang Mengintrogasi Balik Saat Melamar Kerja, Kok Bisa? Merasa cemas, kehilangan motivasi, atau butuh waktu untuk menjauh sejenak dari tumpukan pekerjaan adalah respons manusiawi terhadap tekanan yang berlebihan. Berani mengakui bahwa batas kemampuanmu sudah terlewati membutuhkan keberanian yang jauh lebih besar daripada sekadar berpura-pura kuat demi terlihat profesional di mata orang lain. Profesionalisme tidak seharusnya diukur dari seberapa banyak rasa sakit yang bisa kamu tahan. Ketahanan sejati bukan berarti kamu tidak pernah hancur, tetapi tahu kapan harus berhenti, mengevaluasi keadaan, dan memulihkan diri. Sudah saatnya kita berhenti menormalisasi budaya kerja yang mengorbankan kesehatan mental demi embel-embel produktivitas. Kena mental di tempat kerja adalah sinyal bahwa sistem kerjamu mungkin bermasalah, bukan bukti bahwa kamu kurang tangguh. Menjaga kewarasan dan menetapkan batasan yang sehat dalam kehidupan profesional adalah hak setiap orang, dan kamu sama sekali tidak cengeng karena memilih untuk memprioritaskan kewarasanmu sendiri.Kena Mental di Tempat Kerja Bukan Berarti Cengeng
Selasa 26-05-2026,15:23 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh
Kategori :
Terkait
Kamis 04-06-2026,06:39 WIB
Kalau Beda Budaya, Masih Bisa Nyambung Ngobrol Nggak Sih? Ini Jawabannya
Sabtu 30-05-2026,13:56 WIB
Kondisi Gen Z Kerja Bareng Boomers: Menjembatani Kesenjangan Komunikasi dan Etos Kerja di Ruang Profesional
Jumat 29-05-2026,15:07 WIB
Belajar dari Arsenal: Ketika Semua Orang Berharap Mereka Jatuh, Namun Berakhir Menjadi Juara
Jumat 29-05-2026,13:44 WIB
Dari Mau Masuk Semua Circle Sampai Sadar Kalau Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas Pertemanan
Selasa 26-05-2026,16:45 WIB
Effort Udah Maksimal, Tapi Kenapa Gue Masih Ditolak? Ini Alasannya
Terpopuler
Selasa 16-06-2026,16:14 WIB
Tren Pascapandemi Menguat, BPS Catat Angka Migrasi Keluar WNI Capai 150 Ribu Orang per Tahun
Selasa 16-06-2026,16:11 WIB
Tren Pernikahan Gen Z 2026: Intimate Wedding Jadi Pilihan, Bukan Lagi Soal Ribuan Tamu
Selasa 16-06-2026,16:12 WIB
Samsung Galaxy Z Trifold: HP Lipat Tiga yang Siap Ubah Cara Gen Z Bekerja dan Multitasking
Selasa 16-06-2026,16:12 WIB
Harum Sepanjang Hari Tanpa Bikin Pusing, Ini Tips Memilih Parfum yang Pas
Selasa 16-06-2026,16:13 WIB
Eksplorasi Instrumen Langka Sumba, Weird Genius dan Novia Bachmid Luncurkan Karya Kolaborasi 'Your Side'
Terkini
Rabu 17-06-2026,07:16 WIB
Mendorong Anak Muda Naik Kelas, TakeAction Hadirkan Pelatihan Kewirausahaan Interaktif
Rabu 17-06-2026,07:16 WIB
Cetak Wirausahawan Muda Berdaya Saing, LDK UMMFIK UIN Banten Gelar Pelatihan Kewirausahaan Interaktif
Rabu 17-06-2026,07:15 WIB
Grand Final Kang Nong FISIP Untirta 2026 Soroti Peran Mahasiswa dalam Perubahan Sosial
Rabu 17-06-2026,07:15 WIB
Didorong Rasa Gelisah, Zaskia Adya Mecca Turun ke Area Demo Bawa 3 Ambulans dan Logistik Medis
Selasa 16-06-2026,16:14 WIB