Mengenal Metode Intermittent Fasting untuk Turunkan Berat Badan

Selasa 05-05-2026,10:17 WIB
Reporter : Imay Indari
Editor : Haidaroh

4. Mengurangi Keinginan Ngemil (Craving)

Puasa melatih tubuh untuk tidak bergantung pada makanan setiap saat. Setelah adaptasi awal (biasanya 1-2 minggu), rasa lapar yang muncul hanya karena kebiasaan (habitual hunger) akan berkurang. Anda menjadi lebih peka terhadap rasa lapar yang sesungguhnya.

BACA JUGA:Blak-blakan Soal Diet! Nikita Willy Kupas Mitos dan Fakta, Dokter Gizi Bongkar Mitos Seputar Diet

BACA JUGA:Ashanty Diet 5 Hari Tanpa Makan, Ungkap Efeknya ke Tubuh

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai IF

Meskipun aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat, IF tidak cocok untuk semua orang. Kelompok berikut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau menghindari metode ini:

- Ibu hamil dan menyusui

- Remaja yang masih dalam masa pertumbuhan

- Penderita diabetes yang menggunakan insulin

- Orang dengan riwayat gangguan makan (anoreksia, bulimia)

- Mereka yang sedang dalam pengobatan tertentu yang harus diminum bersama makanan

Efek samping awal yang umum dialami saat memulai IF antara lain: lapar berlebihan, lemas, sakit kepala, dan mudah marah. Gejala ini biasanya hilang setelah tubuh beradaptasi dalam 1-2 minggu.

BACA JUGA:7 Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Diet BACA JUGA:Tips dan Trik Diet Tetap Aman dan Sehat, Ini Rahasianya

Tips Memulai Intermittent Fasting untuk Pemula

1. Mulailah secara bertahap dengan metode 14:10 atau 12:12 selama seminggu pertama.

2. Perbanyak minum air putih saat jam puasa untuk menekan rasa lapar.

Kategori :