Mengenal Metode Intermittent Fasting untuk Turunkan Berat Badan

Selasa 05-05-2026,10:17 WIB
Reporter : Imay Indari
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID – Di tengah maraknya berbagai program diet yang beredar, salah satu metode yang terus bertahan dan terbukti ilmiah efektif adalah Intermittent Fasting (IF) atau puasa berselang. Berbeda dengan diet tradisional yang fokus pada apa yang dimakan, IF lebih menekankan pada kapan waktu makan.

Metode ini tidak menyuruh Anda mengurangi porsi secara drastis atau menghilangkan seluruh kelompok makanan, melainkan mengatur siklus antara periode makan dan periode puasa.

Para ahli gizi dan peneliti kesehatan menyebutkan bahwa Intermittent Fasting bukan sekadar tren, tetapi pendekatan pola makan yang selaras dengan ritme biologis tubuh manusia. Lalu, bagaimana cara kerjanya dan apa saja manfaatnya untuk menurunkan berat badan? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa Itu Intermittent Fasting (IF)?

Intermittent Fasting adalah pola makan yang mengatur jadwal makan dengan bergantian antara periode puasa dan periode makan. Selama waktu puasa, Anda hanya diperbolehkan minum air putih, kopi hitam, atau teh tanpa gula. Sementara itu, selama jendela makan (eating window), Anda bisa makan seperti biasa tanpa perlu menghitung kalori secara berlebihan.

Metode ini bekerja dengan cara memanfaatkan hormon dan metabolisme tubuh. Saat berpuasa, tubuh kehabisan cadangan gula (glukosa) dan mulai membakar lemak sebagai sumber energi utama. Proses ini dikenal sebagai metabolic switching. 

BACA JUGA:7 Kebiasaan yang Membuat Langsing Tanpa Diet Ketat

BACA JUGA:9 Tips Diet Selama Puasa: Ini Poin-Poin Penting dan Rekomendasi Menunya

4 Manfaat Intermittent Fasting untuk Menurunkan Berat Badan

1. Meningkatkan Hormon Pembakar Lemak

Saat berpuasa, kadar insulin dalam darah menurun drastis. Insulin rendah memungkinkan tubuh mengakses lemak yang tersimpan untuk diubah menjadi energi. Pada saat yang sama, hormon pertumbuhan (Human Growth Hormone/HGH) meningkat, yang membantu pembakaran lemak sekaligus mempertahankan massa otot.

2. Secara Alami Mengurangi Asupan Kalori

Dengan memadatkan waktu makan ke dalam jendela tertentu (misalnya 8 jam), sebagian besar orang secara otomatis mengonsumsi lebih sedikit kalori tanpa harus repot menghitung. Tidak ada ngemil larut malam atau sarapan berlebihan di pagi hari.

3. Meningkatkan Metabolisme Basal

Berlawanan dengan mitos bahwa puasa memperlambat metabolisme, studi jangka pendek justru menunjukkan IF dapat meningkatkan laju metabolisme basal sebesar 3,6–14 persen. Tubuh menjadi lebih efisien dalam membakar energi.

Kategori :