Banyak orang merasa bersalah jika tidak membantu atau merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki suasana hati orang lain.
Padahal, kapasitas setiap manusia untuk menampung beban emosional sangatlah terbatas.
Untuk mencegah diri sendiri hancur karena empati, para ahli menyarankan satu kunci utama: berani menetapkan batasan.
Menolak menjadi pendengar curhat ketika Anda sedang merasa tidak stabil bukanlah sebuah keegoisan, melainkan bentuk perawatan diri.
Memberi jarak sementara dari interaksi sosial yang menguras tenaga dan melakukan detoks media sosial juga merupakan langkah pemulihan yang efektif.
Pada akhirnya, berempati memang membuat kita menjadi manusia. Namun, Anda harus memastikan bahwa tangki energi Anda sendiri sudah terisi sebelum berusaha membaginya dengan orang lain.
Karena jika Anda memaksakan diri untuk terus peduli tanpa batasan, pada akhirnya yang tersisa hanyalah rasa lelah pada diri Anda sendiri.