INFORADAR.ID - Memiliki rasa empati dan kepedulian tinggi terhadap orang lain selalu diajarkan sebagai sifat yang terpuji.
Namun, belakangan ini banyak orang mulai menyadari sebuah realita pahit: terlalu banyak menyerap emosi dan masalah orang lain justru bisa sangat menguras energi dan membuat capek sendiri.
Di media sosial, banyak anak muda yang mulai menyuarakan keluhan serupa. Mereka merasa kehabisan energi, cemas, atau bahkan stres setelah mendengarkan keluh kesah teman, keluarga, atau sekadar membaca rentetan berita buruk di internet.
Kondisi ini bukanlah sekadar perasaan berlebihan, melainkan sebuah fenomena psikologis nyata yang sering disebut sebagai kelelahan empati atau compassion fatigue.
BACA JUGA:Menakar Rumus Sukses Masa Kini, Kombinasi Bakat aprivillage dan Keberanian Mengambil Resiko
BACA JUGA:Nongkrong Tapi Malah Sibuk Main Hp Sendiri Fenomena Phubbing yang Mengancam Interkasi Sosial
Dalam kacamata psikologi, kondisi ini sangat mungkin terjadi, terutama bagi mereka yang memiliki kepekaan tinggi atau sering mengambil peran sebagai tempat sampah emosi bagi orang-orang di sekitarnya.
Ketika seseorang terus-menerus menempatkan dirinya di posisi orang lain dan ikut merasakan kesedihan mereka, otak dan sistem saraf akan memproses stres tersebut seolah-olah itu adalah masalah pribadi. Akibatnya, energi mental akan terkuras habis.
Ada beberapa tanda bahaya yang menunjukkan bahwa empati sudah mulai merugikan diri Anda sendiri.
Tanda pertama adalah munculnya rasa lelah fisik dan mental yang berkepanjangan meskipun Anda cukup tidur.
BACA JUGA:Hati-hati orang yang tidak punya teman bisa jadi berbahaya di hidup kamu
BACA JUGA:7 Kebiasaan yang Membuat Langsing Tanpa Diet Ketat
Tanda kedua, Anda menjadi lebih mudah tersinggung, mudah marah, atau kehilangan kesabaran terhadap hal-hal sepele.
Tanda yang paling ironis adalah munculnya perasaan mati rasa; Anda menjadi apatis dan tidak bisa lagi merasakan simpati karena kapasitas emosional Anda sudah benar-benar penuh.
Para praktisi kesehatan mental menyoroti bahwa akar dari kelelahan empati ini biasanya adalah ketiadaan batasan emosional.