Hati-hati orang yang tidak punya teman bisa jadi berbahaya di hidup kamu

Kamis 09-04-2026,17:52 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID- Belakangan ini, peringatan untuk berhati hati terhadap orang yang tidak memiliki lingkaran pertemanan atau teman dekat kerap muncul di berbagai platform media sosial. 

Banyak yang menganggap bahwa ketiadaan teman adalah sebuah tanda bahaya besar, terutama dalam tahap awal menjalin asmara atau mencari rekan kerja. Namun, apakah asumsi tersebut sepenuhnya benar.

Dalam kacamata psikologi sosial, fenomena ini tidak bisa dilihat secara hitam putih. Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa berstatus tanpa teman. 

Memang ada sebagian yang patut diwaspadai, namun ada pula yang sekadar memiliki preferensi sosial yang berbeda.

BACA JUGA:Jakarta Dipadati Artis Korea April 2026, dari Aespa hingga Kim Seon Ho Siap Sapa Penggemar

BACA JUGA:Rekomendasi Smartwatch Affordable untuk Mahasiswa, Fitur Lengkap Tanpa Bikin Kantong Jebol

Berikut adalah beberapa pandangan ahli mengenai alasan di balik ketiadaan teman dan mengapa masyarakat sering diminta waspada.

 1. Ketidakmampuan Menjaga Hubungan. Beberapa ahli perilaku menyebutkan bahwa jika seseorang di usia dewasa tidak memiliki satu pun teman dari masa lalunya, hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah karakter. 

Orang yang egois, manipulatif, atau selalu merasa paling benar biasanya kesulitan mempertahankan hubungan jangka panjang. Orang orang di sekitar mereka pada akhirnya akan lelah dan perlahan menjauh.

 2. Kurangnya Keterampilan Sosial dan Empati. Sebuah pertemanan yang sehat membutuhkan kompromi, toleransi, dan timbal balik. 

BACA JUGA:In This Ekonomi yang Serba Mahal, Makeup Underprice Ini Bikin Flawless Tanpa Bikin Dompet Nangis

BACA JUGA:Cimoy Montok Resmi Menikah, Momen Sederhana Penuh Haru Jadi Sorotan

Mereka yang sama sekali tidak punya teman mungkin memiliki kendala serius dalam berempati atau memahami batas batas personal orang lain. 

Berinteraksi dengan individu seperti ini sering kali menguras energi karena mereka cenderung memusatkan segala hal pada kepentingan diri sendiri.

 3. Trauma Masa Lalu. Di sisi lain, para psikolog juga mengingatkan agar tidak langsung menghakimi.

Kategori :