Singkirkan Puluhan Rival Kampus Raksasa, Mahasiswa UIN Banten Sabet Juara 1 Mendongeng Nasional
Yadi Cahyadi-istimewa-
INFORADAR.ID – Bagi sebagian orang, seonggok boneka dan lembaran cerita anak-anak mungkin hanya sekadar hiburan pelepas penat. Namun bagi Yadi Cahyadi, sebuah boneka di tangan dan untaian cerita yang keluar dari bibirnya adalah separuh napas hidupnya. Melalui media sederhana itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini berhasil merajut mimpi yang melampaui sekat-sekat ruang kelas.
Senin, 25 Mei 2026, menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh Yadi. Di balik layar pengumuman daring, air matanya tumpah tak terbendung saat namanya resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Mendongeng Nasional dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Universitas Cendikia Abditama. Gelar tertinggi ini menjadi buah manis dari keteguhan hati pemuda asal Carenang tersebut yang enggan menyerah pada garis takdir.
Perjuangan Yadi kali ini terbilang luar biasa karena ia harus menyingkirkan 38 kompetitor tangguh dari berbagai universitas papan atas di Indonesia. Di daftar kepesertaan, ia dikepung oleh nama-nama besar dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Ganesha Bali, hingga dominasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mengirimkan belasan delegasi.
“Jujur, saya gak nyangka banget. Berawal dari coba-coba karena memang hobi, sampai akhirnya memberanikan diri ikut lomba,” ungkap Yadi dengan suara bergetar menahan haru.
BACA JUGA:Relawan Kumpulkan 30 Kg Sampah dalam Aksi Clean Up di Masjid Agung Cilegon
BACA JUGA:Rayakan Puncak Kaderisasi, PMII Rayon Tarbiyah UIN SMH Banten Gelar Tasyakuran Akbar Forum SAGARA
Jika menengok ke belakang, langkah awal Yadi di dunia dongeng nasional sebenarnya terukir lewat kejutan demi kejutan sejak tahun 2023. Tanpa ekspektasi muluk, ia nekat mendaftar lomba di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung dan langsung mengamankan podium Juara 3 Nasional. Seolah menemukan panggung dunianya, tahun 2024 menjadi tahun emas bagi Yadi saat ia berturut-turut menyabet Juara 3 Nasional di UIN Raden Fatah Palembang dan naik kelas menjadi Juara 2 Nasional di rumahnya sendiri, UIN SMH Banten.
Prestasi tersebut bukan sekadar piala pajangan di lemari, melainkan pintu gerbang menuju dunia profesional. Keahliannya memikat imajinasi anak-anak lewat karakter suara unik berbuah manis dengan debut job pertamanya di RA Al-Ijtimaiyah Cilegon. Sejak hari itu, telepon genggamnya tak berhenti berdering menerima tawaran menjadi narasumber mendongeng ceria. Yadi resmi menjelma menjadi seorang kreator muda yang mandiri secara finansial.
Namun, roda hidup selalu berputar dan badai besar datang tanpa permisi di tengah popularitasnya yang sedang menanjak. Tepat pada 7 Mei 2025, dunia Yadi mendadak sunyi total setelah ia didiagnosis menderita penyakit usus buntu akut yang mengharuskannya segera naik ke meja operasi. Operasi besar itu memaksa sang pendongeng ceria untuk menepi dari dunia anak-anak, menyisakan boneka-boneka kesayangannya tersimpan bisu di dalam kotak.
BACA JUGA:Wujudkan Impian Study Abroad, Duta Kampus UIN Banten Lolos Kukerta Internasional ke Thailand
Selama lebih dari dua bulan, Yadi hanya bisa terbaring lemas menatap dinding kamar dengan mental yang diuji hebat. "Banyak banget job yang terpaksa saya batalkan karena masalah kesehatan saat itu," kenang Yadi dengan nada lirih.
Kehilangan panggung dan kondisi fisik yang melemah sempat membuatnya terpuruk, hingga sepanjang sisa tahun 2025, ia terpaksa vakum total dari dunia yang telah membesarkan namanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
