Jebakan Perbandingan Digital: Mengapa Gen Z Sering Membandingkan Garis 'Start' Sendiri dengan Garis 'Finish' O

Kamis 12-03-2026,10:45 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh

Rasanya kayak saya masih di garis start, tapi dipaksa lihat orang lain yang sudah sampai di garis finish. Padahal saya tahu setiap orang punya jalannya masing-masing, tapi tetap saja ada rasa takut ketinggalan yang luar biasa," ungkap Ghaly

Tren ini memicu apa yang disebut sebagai imposter syndrome dan kecemasan yang akut. Ketika garis start kita diukur dengan standar garis finish orang lain, rasa tidak mampu akan terus menghantui. 

Gen Z sering kali terjebak dalam siklus kelelahan mental karena merasa harus berlari secepat mungkin untuk menyusul hasil akhir orang lain, tanpa menyadari bahwa setiap orang memiliki lintasan dan waktu tempuh yang berbeda.

Para ahli menyebutkan bahwa membandingkan diri secara horizontal (dengan orang lain) jauh lebih merusak daripada perbandingan vertikal (dengan diri kita di masa lalu). 

Fokus pada garis finish orang lain hanya akan mengaburkan pandangan kita terhadap langkah-langkah kecil namun penting yang sedang kita ambil saat ini.

Penting bagi generasi muda untuk menyadari bahwa apa yang terlihat di media sosial hanyalah cuplikan singkat.

Menghargai proses pribadi dan menetapkan batasan yang sehat dalam mengonsumsi konten media sosial menjadi kunci utama. 

Keberhasilan sejati bukanlah tentang seberapa cepat kita mencapai garis finish orang lain, melainkan seberapa konsisten kita berlari di jalur kita sendiri.

Kategori :