Overwork Tingkatkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung, Ini Dampak Lainnya pada Kesehatan

Jumat 13-02-2026,11:08 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Bekerja lebih dari 55 jam per minggu terbukti meningkatkan risiko stroke hingga sekitar 35 persen dan risiko kematian akibat penyakit jantung sekitar 17 persen. 

Temuan ini disampaikan oleh World Health Organization (WHO), yang memperingatkan bahwa jam kerja panjang dapat berdampak serius pada kesehatan fisik maupun mental.

Menurut World Health Organization (WHO) kerja berlebihan atau overwork memicu stres kronis yang berdampak pada peningkatan tekanan darah, gangguan metabolisme, serta peradangan dalam tubuh.

Kondisi tersebut menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Selain gangguan jantung, overwork juga berpengaruh pada kesehatan mental. Stres berkepanjangan akibat tekanan kerja dapat memicu kecemasan, depresi, hingga burnout. 

Gejalanya meliputi kelelahan emosional, menurunnya motivasi, sulit berkonsentrasi, serta gangguan tidur.

Jam kerja panjang sering kali memangkas waktu istirahat. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem imun, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, serta meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes.

Selain itu, kelelahan kronis juga dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.Para ahli kesehatan menyarankan agar pekerja dan perusahaan memperhatikan batas jam kerja yang sehat. 

Mengatur waktu istirahat, menjaga pola hidup seimbang, dan menerapkan prinsip work-life balance untuk mencegah dampak jangka panjang dari kerja berlebihan.

 

Yuni Marsita Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla'ul Anwar

Kategori :