Disway Award

Heboh! Oknum Guru di Sabu Raijua NTT dekat Banget sama Murid, Netizen: 'Gila, Ini Guru Apa Pacar?

Heboh! Oknum Guru di Sabu Raijua NTT dekat Banget sama Murid, Netizen: 'Gila, Ini Guru Apa Pacar?

Heboh! Oknum Guru di Sabu Raijua NTT dekat Banget sama Murid (ilustrasi)-pinterest.com-

INFORADAR.ID - Sabu Raijua, NTT, Dunia pendidikan diguncang kontroversi panas, Seorang oknum guru di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan setelah foto-foto kedekatannya yang "tak lazim" dengan seorang murid beredar luas di media sosial. Netizen langsung ramai, banjir komentar pedas yang menyerukan tindakan tegas. Apa sebenarnya yang terjadi?

Kejadian ini meledak awal pekan ini ketika akun TikTok anonim mengunggah serangkaian foto dan video pendek. Terlihat oknum guru berinisial R (40-an) berpose mesra dengan murid kelas akhir SMA berinisial S (17 tahun). Ada yang berpelukan di pinggir pantai Sabu, jalan bareng naik motor tanpa helm, bahkan selfie romantis di kelas kosong. 

Caption unggahan? "Guru apa pacar nih? Sabu Raijua wake up!"Dalam hitungan jam, video itu ditonton jutaan kali, dishare ke Twitter (X), Instagram, dan Facebook. Tagar #GuruMuridSabuRaijua dan #SkandalPendidikanNTT langsung trending nasional. 

"Ini bukan pendidikan lagi, ini pelecehan!" tulis salah satu netizen dengan 50 ribu like. Warganet tak tinggal diam. Komentar pedas membanjiri: @BadutNTT_official: "Gila, ini guru apa pacar? Muridnya masih di bawah umur, blokir akunnya sekarang!"

@PendidikanAdil_ID: "Kasus seperti ini bikin rusak citra guru NTT. Dinas Pendidikan mana? Pecat segera!"

@MamaActivist: "Netizen geram banget. Ini bukan kedekatan biasa, ini batas yang dilanggar. Lindungi anak-anak kita!"

Banyak yang bandingkan dengan kasus serupa di daerah lain, seperti insiden guru-murid di Jawa yang pernah viral tahun lalu. "NTT jangan ketinggalan drama," canda sebagian, tapi mayoritas serius mengecam.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sabu Raijua langsung gerak cepat. Kepala Dinas, Bapak Yohanes L, mengonfirmasi via rilis resmi: "Kami telah memanggil oknum guru tersebut untuk pemeriksaan. Jika terbukti melanggar kode etik dan UU Perlindungan Anak, sanksi berat termasuk pemecatan akan dijatuhkan. Prioritas utama keselamatan murid."

Polisi Resort Sabu Raijua juga turun tangan. Kapolres menjanjikan investigasi mendalam, termasuk wawancara dengan murid dan saksi. "Kami pantau perkembangan di medsos untuk cegah hoaks," katanya. Di Sabu Raijua, masyarakat setempat terbelah. 

Sebagian bela guru karena "mungkin salah paham budaya lokal", tapi ibu-ibu PKK dan orang tua murid demo kecil di depan sekolah. "Anak kami aman dulu!" teriak mereka. 

Kasus ini juga angkat isu pendidikan di pulau terpencil: minim pengawasan dan akses internet yang kian tinggi bikin segala hal cepat viral. Kontroversi ini jadi pengingat keras: batas profesi guru harus dijaga ketat, apalagi di era medsos. Netizen berharap kasus ini tak berujung "lupa" seperti banyak kasus sebelumnya. 

 

Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Matlaul Anwar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: