TANGERANG, INFORADAR.ID - Saat ini kebutuhan hunian sewa terus meningkat, terutama di kawasan dekat pabrik, kampus, dan pusat aktivitas ekonomi.
Kondisi ini membuat modal usaha kontrakan menjadi salah satu bentuk investasi properti yang layak dipertimbangkan karena mampu menghasilkan pemasukan rutin setiap bulan.
Dibandingkan usaha lain yang mengandalkan penjualan harian, bisnis kontrakan menawarkan arus kas yang lebih stabil dan cenderung minim fluktuasi.
Jika kamu sedang mencari peluang usaha jangka panjang dengan potensi balik modal yang jelas, usaha kontrakan rumah petak bisa menjadi pilihan strategis.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut memahami rincian biaya, peluang keuntungan, risiko, hingga tips membangun kontrakan secara tepat.
Rincian Modal Usaha Kontrakan
Sebagai catatan, seluruh harga yang tercantum di penjelasan ini hanya berupa estimasi. Besarnya pengeluaran dapat berbeda di setiap daerah, tergantung harga tanah setempat, kualitas material yang digunakan, sistem upah tukang, serta kebutuhan tambahan.
Oleh karena itu, kamu tetap perlu melakukan survei harga dan menyesuaikan anggaran dengan kondisi lapangan sebelum memulai pembangunan. Berikut rincian modal usaha kontrakannya:
Biaya Membangun Kontrakan 5 Pintu
Membangun beberapa unit sekaligus, seperti lima pintu, biasanya lebih efisien karena biaya konstruksi bisa ditekan dalam satu waktu pengerjaan. Namun, modal awalnya tentu lebih besar. Oleh sebab itu, penting membuat estimasi biaya secara rinci.
1. Estimasi Biaya Lahan
Untuk kontrakan 5 pintu ukuran 4×5 meter, kamu membutuhkan lahan sekitar 100–150 m².
Jika harga tanah rata-rata Rp1.000.000 per meter:
100 m²: Rp100.000.000
150 m²: Rp150.000.000