Gaji Pembalap F1 Jelang Musim Baru, Segini Nominalnya

Senin 09-02-2026,16:21 WIB
Reporter : Nuraini Wildayati Kamilah
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Besaran gaji pembalap Formula 1 selalu menjadi salah satu topik menarik yang muncul setiap musim.

Berapakah penghasilan tahunan para driver seperti Max Verstappen, Lewsi Hamilton, Lando Noris, dan Charles Leclerc?

Mengutip dari RacingNews365 mendapatkan sumber informasi di dalam paddock F1 tentang perkiraan gaji pembalap F1.

Pendapatan yang dikumpulkan merupakan pendapatan tahunan diluar bonus tim dan kinerja, serta kontrak dengan sponsor pribadi mereka.

Tahun ini berisi 22 pembalap f1, diantara gaji pembalap Formula 1, Arvid Lindblad sebagai pendatang baru di grid tahun ini medapatkan gaji diurutan terbawah. Berikut ini adalah daftar gaji pembalap F1 tahun 2026.

Gaji Pembalap F1 di 2026

  • Max Verstappen: Rp1,18 triliun
  • Lewis Hamilton: Rp1 triliun
  • Charles Leclerc: Rp571 miliar
  • George Russell: Rp571 miliar
  • Lando Norris: Rp504 miliar
  • Fernando Alonso: Rp336 miliar
  • Calros Sainz: Rp218 miliar
  • Oscar Piastri: Rp218 miliar
  • Pierre Gasly: Rp201 miliar
  • Alex Albon: Rp201 miliar
  • Lance Stroll: Rp201 miliar
  • Sergio Perez: Rp134 miliar
  • Nico Hulkenberg: Rp118 miliar
  • Estaban Ocon: Rp118 miliar
  • Valtteri Bottas: Rp84 miliar
  • Isack Hadjar: Rp84 miliar
  • Gabriel Bortoleto: Rp34 miliar
  • Kimi Antonelli: Rp34 miliar
  • Oliver Bearman: Rp17 miliar
  • Liam Lawson: Rp17 miliar
  • Franco Colapinto: Rp8,5 miliar
  • Arvid Lindblad: Rp8,5 miliar

BACA JUGA:Fast and Furious 2: Balapan Gila yang Ubah Segalanya

BACA JUGA:Banten Perkuat Identitas Kerajinan di INACRAFT 2026: Memacu Ekonomi Kreatif Perempuan

Regulasi F1 2026

Formula 1 akan memasuki era baru pada musim 2026 dengan penerapan regulasi besar yang menyasar desain mobil, mesin, hingga aspek keberlanjutan. FIA menegaskan aturan ini bertujuan membuat balapan lebih kompetitif, atraktif, dan selaras dengan teknologi masa depan.

Dari sisi desain mobil, F1 2026 menghadirkan mobil yang lebih kecil dan ringan. Bobot minimum dipangkas sekitar 30 kg dibanding regulasi sebelumnya, dengan downforce dan drag yang juga dikurangi. 

Selain itu, F1 memperkenalkan aerodinamika aktif melalui mode High Downforce dan Low Drag yang menggantikan sistem DRS.

Pada sektor mesin, F1 tetap menggunakan mesin V6 1.6L turbo hybrid, namun dengan perubahan besar. Komponen MGU-H dihapus, sementara tenaga listrik dari MGU-K ditingkatkan signifikan.

Komposisi tenaga kini nyaris seimbang antara mesin pembakaran dan energi listrik, serta seluruh mobil wajib memakai 100 persen bahan bakar berkelanjutan.

Dari sisi balapan, manajemen energi menjadi faktor krusial. Pembalap dapat memanfaatkan tenaga listrik tambahan untuk menyalip, sehingga strategi balap semakin menentukan hasil lomba.

Kategori :