“Stop Pakai Alasan Introvert”, Kampanye Satupersen Tantang Mental Anak Muda soal Public Speaking

Jumat 30-01-2026,20:35 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID – Unggahan Instagram @satupersenofficial dengan tajuk “Stop Pakai Alasan Introvert saat Public Speaking, Lo ‘Ngang Nong’” kembali memantik diskusi di kalangan generasi muda.

Konten tersebut secara lugas menantang stigma bahwa introvert identik dengan ketidakmampuan berbicara di depan umum.

Melalui visual seorang perempuan yang berdiri di podium dan berbicara di hadapan audiens, Satupersen menampilkan situasi public speaking yang selama ini menjadi ketakutan banyak orang.

Pesan yang disampaikan pun cukup tegas: kepribadian introvert bukan alasan untuk menghindari panggung, presentasi, atau forum diskusi.

BACA JUGA:Tren Skincare Alami: Benarkah Air Beras Baik untuk Wajah?

BACA JUGA:Gaya Hidup Sederhana, Cerita Hidup Minimalisme Ala Anak Kos


Satupersen menilai bahwa ketakutan berbicara di depan umum lebih sering disebabkan oleh kurangnya latihan, pengalaman, serta pola pikir yang keliru.

Label “introvert” kerap dijadikan tameng untuk menolak kesempatan berbicara, padahal public speaking merupakan keterampilan yang bisa diasah oleh siapa pun.

Unggahan tersebut menuai respons luas dari warganet, terutama mahasiswa. Banyak yang mengaku merasa tersindir, namun sekaligus termotivasi untuk mulai menghadapi ketakutan mereka sendiri.

Salah satunya, Faiqotu Amalia , mahasiswa UIN Sultan Maualan Hasanudin Banten, mengaku selama ini sering menghindari presentasi kelas dengan alasan introvert.

BACA JUGA:Tak Mau Tua Susah, Generasi Z Mulai Nabung Sejak Dini untuk Bekal Masa Lansia

BACA JUGA:Social Battery Menipis? Tips Survival Mahasiswa Introvert Hadapi Aktivitas Kampus

“Jujur aku sering bilang ke diri sendiri kalau aku introvert, jadi wajar kalau grogi. Tapi setelah lihat konten ini, aku sadar mungkin aku cuma kurang latihan dan terlalu takut salah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Beni Idris Baihaqi , seorang pemuda usia kuliah yang memilih bekerja . Ia menilai stigma terhadap introvert justru membuat banyak anak muda terjebak dalam zona nyaman.

“Introvert itu bukan berarti nggak bisa ngomong, tapi mungkin cara ngomongnya beda. Konten Satupersen ini lumayan nampol, tapi relevan sama kondisi mahasiswa sekarang,” katanya.

Satupersen juga menekankan bahwa public speaking tidak selalu harus tampil ekspresif seperti stereotip ekstrovert. Bagi introvert, berbicara dengan gaya tenang, terstruktur, dan fokus pada isi justru bisa menjadi kekuatan tersendiri.

Di tengah tuntutan akademik dan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan komunikasi dinilai sebagai soft skill penting. Kampanye ini pun diharapkan mampu mengubah cara pandang generasi muda agar tidak lagi membatasi diri dengan label kepribadian.

Melalui konten edukatif tersebut, Satupersen mendorong anak muda untuk berani mencoba, gagal, dan belajar. Pesan utamanya jelas: keberanian berbicara di depan umum bukan soal introvert atau ekstrovert, melainkan soal kemauan untuk berkembang.

Kategori :