Cukup Aku Saja yang Jadi Generasi Sandwich
Parenting sandiwch generation-Pinterest/Parenting-
INFORADAR.ID- Istilah sandwich generation atau generasi sandwich kini semakin menjadi pusat perhatian, terutama di kalangan anak muda.
Fenomena ini merujuk pada kondisi seseorang yang harus menanggung beban finansial dari dua generasi sekaligus: orang tua di atas mereka dan anak-anak di bawah mereka.
Topik ini kembali mencuat setelah platform edukasi pengembangan diri, Satu Persen, membagikan konten bertajuk “Cukup Aku Aja yang Sandwich Gen, Anakku Jangan” melalui Instagram.
Unggahan tersebut memotret realitas banyak generasi muda yang memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.
BACA JUGA:Sering Dianggap Kepribadian Asli, Ternyata 5 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Respons Trauma
BACA JUGA:Waspada! Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Hobi Overthinking dan Skenario Terburuk
Baik untuk memenuhi kebutuhan orang tua yang sudah tidak produktif maupun mempersiapkan masa depan keluarga kecil mereka sendiri.
Fenomena ini sangat umum terjadi di Indonesia. Biasanya, kondisi ini muncul ketika orang tua tidak lagi memiliki penghasilan atau tabungan pensiun yang cukup, sehingga anak dewasa yang baru membangun karier harus turun tangan membantu.
Tekanan yang dihadapi tidak hanya sebatas angka di rekening bank, tetapi juga menyentuh aspek emosional.
Ada perasaan dilematis antara keinginan memberikan kehidupan yang layak bagi orang tua sebagai bentuk bakti, dengan kebutuhan untuk menabung demi masa depan pribadi dan anak-anak.
BACA JUGA:Tanda-Tanda Tersembunyi Seseorang yang Akan Meraih Kesuksesan Besar
BACA JUGA:Pacaran Bertahun-tahun Bukan Jaminan Cinta Sejati? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Di kalangan mahasiswa dan pekerja muda, fenomena ini menimbulkan kekhawatiran yang nyata.
Banyak dari mereka merasa takut akan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul secara bersamaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
