Tarif Wisata Baduy Luar dan Baduy Dalam di Pedalaman Banten

Selasa 13-01-2026,07:52 WIB
Reporter : Nuraini Wildayati Kamilah
Editor : Haidaroh

Untuk urusan logistik, paket open trip 2 hari 1 malam biasanya sudah termasuk: transportasi lokal dari Rangkasbitung ke Ciboleger PP, tour guide lokal, biaya izin masuk kawasan Baduy, penginapan sederhana di homestay, serta makan 2 kali.

Biaya paket ini berkisar antara Rp 260.000–Rp 345.000 per orang, tergantung operator. Jika menggunakan transportasi umum sendiri, dari Jakarta naik Commuter Line Tanah Abang → Rangkasbitung ± Rp 20.000 PP, lalu lanjut angkot atau ELF ke Ciboleger ± Rp 15.000–Rp 30.000.

Untuk Serang, jaraknya lebih dekat, sehingga biaya transportasi lebih hemat. Jika ingin menyewa guide privat, tarifnya biasanya sekitar Rp 150.000–Rp 250.000 per hari.

Dan untuk stay dan treeking sampai ke Baduy Dalam, tidak ada hotel atau penginapan modern. Wisatawan biasanya menginap di rumah warga (homestay) jika diizinkan.

Biaya sukarela: biasanya wisatawan memberikan donasi atau kontribusi sekitar Rp 50.000–Rp 100.000 per malam untuk membantu masyarakat setempat dan menjaga tradisi.

Fasilitas yang didapat sangat sederhana  tikar tipis, dapur tradisional, dan kamar mandi terbatas.

Menikmati durian khas Baduy

Nggak cuma trekking dan belajar budaya, perjalanan ke Baduy juga bisa jadi wisata kuliner yang seru. Di sekitar Lebak dan Baduy Luar, kamu bisa mencoba durian khas Banten yang terkenal manis dan legit, apalagi kalau musim panen tiba.

Selain durian, ada juga jajanan tradisional seperti kolak, kue lupis, dan ubi rebus, serta kopi lokal yang hangat cocok dinikmati di sela-sela trekking.

Pasar Baduy Luar juga menyediakan hasil pertanian organik dan camilan tradisional, jadi wisatawan bisa sekalian membawa oleh-oleh unik.

Perpaduan trekking, budaya, dan kuliner membuat perjalanan ke Baduy bukan sekadar liburan biasa, tapi pengalaman lengkap yang memanjakan mata, hati, dan lidah sekaligus

Jadi, buat kamu yang ingin akhir pekan berbeda, Wisata Baduy menawarkan lebih dari sekadar perjalanan ini adalah pengalaman menyatu dengan alam, merasakan budaya otentik, trekking di hutan pegunungan, dan mencicipi kuliner lokal yang unik.

 

Artikel ditulis oleh Nessya Mayla Faiza mahasiswa Universitas Bina Bangsa Prodi Ilmu Komunikasi

Kategori :

Terpopuler