Saat hujan deras atau angin kencang, berkendaralah lebih lambat sekitar 20 persen.
Kecepatan yang lebih rendah memudahkan kendali kendaraan dan memberi waktu lebih untuk bereaksi terhadap situasi darurat.
4. Tetap fokus di jalan
Hindari gangguan seperti menggunakan ponsel atau makan saat berkendara. Memperhatikan kondisi sekitar sangat penting untuk mengantisipasi potensi bahaya dari kendaraan lain atau lingkungan sekitar.
5. Jaga jarak aman dengan kendaraan lain
Pastikan jarak yang cukup dengan kendaraan di depan agar bisa berhenti dengan aman jika ada pengereman mendadak.
Jarak yang memadai mengurangi risiko tabrakan saat jalan licin atau jarak pandang terbatas.
6. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima
Cek rem, ban, wiper, lampu, AC, dan baterai sebelum berkendara. Kondisi kendaraan yang baik membantu menjaga stabilitas, visibilitas, dan kenyamanan selama perjalanan.
BACA JUGA:5 Jurusan Kuliah untuk CPNS yang Paling Dicari, Nomor 1 Selalu Ramai Peminat
BACA JUGA:Gaji Pensiun PNS Dikabarkan Naik Dua Kali Lipat, Ini Fakta Sebenarnya!
7. Hindari area yang berisiko roboh
Jangan melewati atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar, tiang listrik, atau baliho.
Angin kencang dapat membuat benda-benda ini mudah jatuh dan menimbulkan bahaya serius.
8. Siapkan diri menghadapi kondisi darurat
Jika kendaraan tertimpa pohon atau benda berat, segera pastikan keselamatan penumpang dan keluar dari mobil bila situasi aman. Hindari menyentuh bagian logam kendaraan jika ada risiko listrik, dan segera hubungi pihak berwenang untuk bantuan.