Rasanya gurih dengan sedikit pahit yang khas, menjadikannya teman sempurna untuk makan nasi atau camilan santai.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana tradisional, Desa Kasemen di Serang menjadi pusat produksi emping yang masih mempertahankan cara pembuatan manual.
Di sana, pengunjung bisa membeli emping dalam berbagai varian rasa seperti pedas manis, balado, hingga rasa bawang yang gurih.
3. Rabeg Sapi Kalengan
Rabeg adalah hidangan khas Banten yang memiliki sejarah panjang. Masakan ini dulunya hanya disajikan untuk kalangan bangsawan Kesultanan Banten.
Daging sapi dimasak perlahan dengan campuran rempah seperti bawang, lada, dan kayu manis, menghasilkan kuah kental dengan aroma yang menggugah selera.
Kini, rabeg hadir dalam bentuk kalengan sehingga lebih praktis dibawa pulang dan bisa disimpan dalam waktu lama tanpa kehilangan cita rasanya.
Di berbagai toko oleh-oleh di Serang Timur, rabeg kalengan menjadi favorit wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa khas kerajaan Banten.
BACA JUGA:6 Program Magang Internasional Bergengsi, Tunjangan Hidup Tembus Rp 28 Juta per Bulan
BACA JUGA:Jalur Pendakian Gunung Pulosari Pandeglang Ditutup Sementara? Waduh, Kenapa Ya
4. Sate Bandeng Vakum
Sate bandeng merupakan kuliner ikonik dari Serang yang berbeda dari sate pada umumnya.
Ikan bandeng diolah dengan cara unik, dagingnya dipisahkan dari duri, dihaluskan bersama bumbu rempah, lalu dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan sebelum dibakar hingga matang.
Kini sate bandeng tersedia dalam kemasan vakum yang mampu bertahan hingga sebulan tanpa kehilangan cita rasanya.
Salah satu tempat terkenal yang menjualnya adalah Sate Bandeng Hj. Maryam di Jalan Maulana Hasanudin, Serang, destinasi wajib bagi pecinta kuliner khas Banten.