Petualangan Tahura Carita: Dari Konservasi Hutan Ke Surga Wisata Banten Selatan
Taman hutan raya (TAHURA) Pandeglang, Carita banten, merupakan Kawasan konservasi seluas ribuan hektar yang mengintegrasikan hutan lindung dengan potensi ekowisata berkelanjutan--
PANDEGLANG INFORADAR.ID - Taman hutan raya (TAHURA) Pandeglang, Carita banten, merupakan Kawasan konservasi seluas ribuan hektar yang mengintegrasikan hutan lindung dengan potensi ekowisata berkelanjutan ditetapkan sejak 1978 sebagai bagian dari taman wisata alam psair putih.
Tahura ini melindungi ekosistem hutan tropis pesisir sambil mendukung ekonomi Masyarakat lokal melalui wisata alam.
Sejarah konservasi tahura carita awalnya dibangunan untuk merehabilitasi hutan pasca erupsi Krakatau 1883, dengan program kembali pohon endemik seperti kayu manis dan jati yang kini menutupi lereng bukit.
Kawasan ini dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bekerja sama dengan komunitas nelayan Sukarame untuk pencegahan abrasi pantai melalui vegetasi mangrove.
Upaya ini berhasil menjaga keanekaragaman hayati, termasuk burung migran dan satwa liar seperti lutung, menjadikannya model sukses konservasi berbasis masyarakat di Banten Selatan.
Jalur Petualangan dan Daya Tarik memiliki trek ringan menuju Curug Putri Sukarame—dikenal sebagai "Little Green Canyon"—menawarkan air terjun segar di tengah kanopi hutan lebat, dengan tiket masuk Rp15.000-20.000.
Pengunjung bisa melanjutkan ke Pantai Carita untuk snorkeling di terumbu karang restorasi, atau birdwatching di jalur Tahura yang terhubung ke Ujung Kulon.
Pemandangan Selat Sunda dengan latar Gunung Krakatau menambah sensasi petualangan, ideal untuk hiking pagi hari saat kabut tipis masih menyelimuti pepohonan.
Fasilitas mencakup saung peristirahatan, area camping, dan warung sederhana menyajikan seafood segar dari nelayan setempat, dengan harga paket wisata mulai Rp200.000 termasuk pemandu lokal.
Komunitas mengadakan tur edukasi tentang restorasi karang dan agroforestri, mendukung koperasi petani yang menjual madu hutan dan kerajinan bambu. Kawasan terbuka setiap hari dari pukul 07.00, tapi hindari musim hujan karena jalur licin.
Tahura Carita bukti bahwa konservasi hutan bisa jadi surga wisata, menggabungkan petualangan alam dengan pemberdayaan ekonomi Banten Selatan untuk generasi mendatang.
Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Matlaul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
