Kereta Cepat Whoosh Jadi Bom Waktu? KAI dan Pemerintah Bahas Jalan Keluar

Kamis 16-10-2025,15:04 WIB
Reporter : Ghina Aulia Az-Zahra
Editor : Haidaroh

BACA JUGA:Gubernur Banten Nonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Ini Penyebabnya

Menurutnya, seluruh pembiayaan dilakukan secara business to business (B2B) antara konsorsium Indonesia dan China tanpa melibatkan anggaran pemerintah.

Sebagai pemimpin konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), KAI menjadi pemegang saham utama dalam PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). 

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2024, PSBI mencatatkan kerugian Rp4,19 triliun dan kembali merugi Rp1,62 triliun pada semester pertama 2025.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah meninjau berbagai opsi untuk memperbaiki struktur keuangan proyek, mulai dari penambahan modal hingga kemungkinan menjadikan sebagian aset KCIC sebagai milik negara melalui skema Badan Layanan Umum (BLU).

Di sisi lain, Menteri Keuangan sekaligus Dewan Pengawas Danantara, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk menanggung utang proyek ini. 

Ia menilai, selama struktur pembayaran kepada China Development Bank (CDB) tetap jelas dan transparan, maka tidak akan menjadi masalah siapa yang melunasi. 

“Danantara memiliki kemampuan membayar cicilan sekitar Rp2 triliun per tahun dari total dividen BUMN yang mencapai Rp90 triliun,” tegasnya.

Kategori :