Disway Award

Rumah Lembap Picu Jamur dan Bau Apek, Ini 7 Tips Mengatasinya!

Rumah Lembap Picu Jamur dan Bau Apek, Ini 7 Tips Mengatasinya!

potret rumah yang lembab--

INFORADAR.ID - Ruangan terasa pengap, dinding mulai berjamur, hingga muncul bau apek yang mengganggu? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda rumah terlalu lembap. Kelembaban udara yang tinggi bukan hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga berisiko bagi kesehatan penghuni.

Rumah yang lembap dapat memicu pertumbuhan jamur, bakteri, dan tungau debu. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menyebabkan alergi, batuk, gangguan pernapasan, hingga asma kambuh, terutama pada anak-anak dan lansia.

Selain itu, perabot kayu dan pakaian juga lebih cepat rusak karena berjamur.

Agar rumah tetap kering, segar, dan sehat, ada beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan. Berikut tujuh tips mengatasi kelembaban di rumah:

1. Perbanyak ventilasi udara

Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik. Buka jendela setiap pagi agar udara segar masuk dan udara lembap keluar. Ventilasi silang (jendela di dua sisi berbeda) membantu aliran udara lebih maksimal.

2. Manfaatkan sinar matahari

Cahaya matahari efektif mengurangi kelembaban sekaligus membunuh jamur dan bakteri. Jemur kasur, bantal, atau karpet secara rutin, serta biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan.

3. Gunakan dehumidifier atau AC

Jika tinggal di daerah dengan kelembaban tinggi, penggunaan dehumidifier atau AC bisa membantu menyerap uap air di udara. Atur kelembaban ideal ruangan di kisaran 40-60 persen.

4. Hindari menjemur pakaian di dalam ruangan

Menjemur pakaian basah di dalam rumah dapat meningkatkan kadar air di udara. Sebaiknya jemur di luar ruangan atau gunakan mesin pengering.

5. Perbaiki kebocoran air

Cek atap, pipa, atau dinding yang rembes. Kebocoran kecil sekalipun bisa membuat dinding lembap dan memicu jamur. Segera lakukan perbaikan agar masalah tidak meluas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: