Selain itu, calon debitur tidak boleh memiliki kredit produktif lain dari bank selain fasilitas konsumtif.
Aturan ini bertujuan mencegah tumpang tindih kredit dan memastikan KUR benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung sektor usaha.
Dokumen yang Diperlukan
Sejumlah dokumen penting harus dipersiapkan sebelum mengajukan KUR. Antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta dokumen usaha berupa NIB atau SKU yang bisa diperoleh dari kelurahan setempat.
Untuk pemohon dengan plafon pinjaman di atas Rp50 juta, NPWP menjadi dokumen wajib yang harus dilampirkan. Kelengkapan dokumen akan mempermudah proses verifikasi dan mempercepat pencairan dana.
Prosedur Pengajuan Online dan Offline
BRI memberikan kemudahan akses dengan menyediakan dua jalur pengajuan.
Pertama, secara online melalui laman resmi kur.bri.co.id maupun aplikasi BRImo. Calon debitur cukup mengisi formulir digital, melampirkan dokumen, dan menunggu proses verifikasi.
Kedua, jalur offline dengan mendatangi kantor cabang BRI terdekat. Pada tahap ini, petugas bank akan membantu melengkapi dokumen dan melakukan verifikasi lapangan.
Prosedur ini biasanya dipilih oleh masyarakat yang belum terbiasa dengan pengajuan digital.
Suku Bunga dan Plafon Pinjaman
KUR BRI dikenal memiliki bunga yang sangat ringan, yaitu sekitar 6% per tahun. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman komersial pada umumnya, sehingga meringankan beban debitur.
Selain itu, plafon pinjaman juga fleksibel. Tersedia KUR Super Mikro hingga Rp10 juta, KUR Mikro hingga Rp100 juta, dan KUR Kecil hingga Rp500 juta.
Dengan variasi plafon tersebut, pelaku usaha dari berbagai skala bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan modal mereka.
Manfaat KUR bagi UMKM
Program KUR BRI dirancang khusus untuk membantu UMKM dalam mengembangkan bisnis.