INFORADAR.ID- BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) melaporkan terkait cuaca ekstrem yang terjadi dipengaruhi oleh bibit siklon tropis 90W di laut Filiphina dan siklon tropis MITAG di laut China Selatan.
Dilansir dari infoBMKGIndonesia, bibit siklon tropis 90W terbentuk pada 16 September 2025 pukul 19.00 WIB di wilayah Laut Filiphina (utara Papua Barat).
Bibit siklon tropis 90W saat ini pusat sirkulasi masih terdeteksi di dalam Area of Monitoring (AOM) TCWC Jakarta di sekitar 15.0° LU, 133.1° BT di laut Filiphina Utara Papua Barat dengan kecepatan angin maksimum 30 knot (56km/jam) dan tekanan udara minimum 1004 hPa.
BACA JUGA:Banten Bebas DBD! Cegah dengan Gaya Hidup Sehat dan Tips Menjaga Lingkungan
BACA JUGA:Gubernur Banten Terbitkan Surat Edaran, 8 Warga Meninggal Akibat DBD
Sementara siklon MITAG berada di laut China Selatan dengan kecepatan angin maksimum 50 knot, tekanan minimum 1002 hPa, dan bergerak kea rah barat hingga barat laut.
Bibit siklon tropis 90W berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan dalam kategori peluang tinggi.
Menurut prediksi BMKG, dalam waktu 24 jam intensitas bibit siklon tropis 90W diperkirakan meningkat menjadi siklon tropis pada pukul 01.00 sampai 07.00 WIB di tanggal 19 September, itulah sebabnya cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Wilayah yang Terdampak Akibat Bibit Siklon Tropis 90W dan MITAG
BACA JUGA:Pemprov Banten Usulkan 4 Desa Percontohan Antikorupsi ke KPK, Berharap Jadi Contoh bagi Desa Lain
BACA JUGA:Asupan Gizi Tepat, Upaya Efektif Cegah Stunting pada Anak
BMKG menyebut beberapa wilayah di Indonesia yang terdampak bibit siklon tropis 90W akan berpotensi mengalami hujan sedang bahkan kemungkinan sangat lebat.
Wilayah yang terdampak bibit siklon tropis 90W juga beresiko hujan yang disertai dengan kilat, petir, hingga angin yang kencang.
Beberapa wilayah yang terdampak tersebut antara lain, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Mluku Utara, Papua, Papua Tengah, hingga Papua Selatan.
BMKG menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan potensi bencana hidrometeorologi.