Selain sebagai ruang produktif, coffee shop juga menjadi tempat untuk berhenti sejenak dari rutinitas padat.
Suasana yang nyaman, dengan musik lembut dan desain interior menarik, membuat pengunjung merasa lebih santai dan segar kembali.
Menurut Fazriel, mahasiswa Unpam, nongkrong di kafe menjadi cara sederhana untuk melepas penat sambil menikmati kopi dan suasana santai.
“Buat santai-santai melepas penat rasanya enak banget, bisa minum kopi sambil santai, apalagi kalau lagi ada live musik,” Fazriel – Mahasiswa Unpam.
BACA JUGA: Fitur Live TikTok Hilang Saat Kondisi Demo Memanas, Pengguna Ramai Mengeluh
BACA JUGA: Wah! Rumah Sri Mulyani Dijarah Massa di Bintaro, Barang Berharga Raib
3. Budaya Populer dan Media Sosial
Fenomena nongkrong di coffee shop semakin kuat karena media sosial. Banyak anak muda menjadikan kafe sebagai latar konten digital yang menarik.
Menurut Anggita, mahasiswa Untirta, suasana kafe tidak hanya menenangkan, tetapi juga membuat tampilannya di media sosial lebih keren dan sesuai tren.
“Rasanya enak aja, bikin pikiran lebih tenang, dan tentunya bagus ya buat foto-foto, tampilan di media sosial jadi makin keren dan estetik, sesuai tren zaman sekarang,” Anggita – Mahasiswa Untirta.
Tren nongkrong di kedai kopi juga berdampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran kafe yang ramai pengunjung membuka peluang usaha bagi barista, pemilik kafe, dan desainer interior.
Selain itu, tren ini mendukung pertumbuhan UMKM di sektor kuliner serta menciptakan lapangan kerja baru di industri kreatif.