Dari yang awalnya cuma lihat iseng, jadi penasaran, lalu jadi pendengar setia. Media sosial jadi pintu masuk yang kuat buat ngenalin ulang Wali ke Gen Z.
4. Lagu Lama, Tapi Masih Ramai di Spotify
Salah satu lagu mereka, Yank, diputar lebih dari 56 juta kali di Spotify. Itu bukti kalau musik mereka masih relevan, bahkan buat telinga anak muda zaman sekarang.
Wali jadi idola Gen Z bukan karena kenangan orang tuanya, tapi karena mereka benar-benar menikmati musiknya.
BACA JUGA:Ini 5 Pemicu Tubuh Cepat Lelah yang Sering Terabaikan, Meskipun Tidur Sudsh Cukup
BACA JUGA:Lagu Koes Plus yang Masih Populer Sampai Sekarang dan Tetap Dicari Banyak Orang
5. Rilis Lightstick, Sentuhan Fandom Kekinian
Wali resmi mengeluarkan lightstick sendiri, permintaan dari penggemar yang akhirnya dikabulkan.
Uniknya, lightstick ini mereka buat sendiri, bukan dari pabrikan. Langkah ini makin memperkuat identitas Wali di era budaya fandom seperti sekarang.
6. Dekat dengan Fans Tanpa Pencitraan
Wali tampil apa adanya. Bukan band yang terlalu jaim atau berusaha tampil muda. Justru karena itulah Gen Z ngerasa relate.
Kehangatan, kelucuan, dan kesederhanaan mereka bikin fans nyaman dan betah. Dan ini alasan kuat kenapa Wali jadi idola Gen Z tanpa perlu berubah total.
Wali menunjukkan bahwa musik yang tulus dan penuh energi bisa terus hidup, bahkan menyatu dengan budaya anak muda masa kini.
Di tengah tren musik yang berubah cepat, mereka hadir sebagai pengingat bahwa kesederhanaan dan kejujuran tetap relevan.
Jadi, kalau kamu lihat konser Wali sekarang penuh dengan anak muda, jangan kaget. Karena sekarang, memang giliran Gen Z yang jatuh cinta sama lagu-lagu mereka.