Teknologi Tepat Guna Jadi Solusi Pengelolaan Sampah di Desa Sawarna
Para mahasiswa yang bekerja dalam program teknologi tepat guna di Desa Sawarna --
INFORADAR.ID - Permasalahan sampah masih menjadi isu yang cukup krusial di sejumlah wilayah pedesaan, termasuk di Desa Sawarna. Belum tersedianya sistem pengelolaan sampah yang memadai mendorong perlunya solusi alternatif yang mudah diterapkan dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Berangkat dari situ, program teknologi tepat guna berupa pembangunan rocket stove atau incinerator sederhana serta pembuatan lubang biopori diperkenalkan kepada warga sebagai upaya pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Teknologi yang diperkenalkan dalam program ini mencakup dua pendekatan berbeda untuk menangani jenis sampah yang beragam. Rocket stove digunakan sebagai tungku pembakar sampah anorganik yang tidak dapat didaur ulang.
Dengan desain ruang bakar tertutup dan aliran udara yang terkontrol, teknologi ini mampu menghasilkan pembakaran dengan suhu tinggi dan asap yang relatif lebih minim dibandingkan metode pembakaran terbuka.
Proses ini juga dapat mengurangi volume sampah secara signifikan hingga menyisakan abu yang masih dapat dimanfaatkan.
Sementara itu, lubang biopori difungsikan sebagai sarana pengelolaan sampah organik. Sampah rumah tangga seperti sisa makanan dimasukkan ke dalam lubang resapan yang telah dibuat, kemudian diproses secara alami dengan bantuan mikroorganisme tanah.
Dalam rentang waktu sekitar dua hingga empat minggu, sampah organik tersebut akan terurai menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah sekaligus meningkatkan daya resap air.
Program ini menyasar masyarakat Desa Sawarna, khususnya warga di lingkungan RW 09 yang lokasinya berdekatan dengan area pembangunan fasilitas teknologi tepat guna.
Pembuatan rocket stove dan lubang biopori dilakukan pada 25 hingga 26 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan serta demonstrasi penggunaan pada 28 Januari 2026 di lokasi yang sama.
Melalui kegiatan ini, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah serta tata cara pemanfaatan teknologi yang telah dibangun.
Dibandingkan metode konvensional, penerapan rocket stove dan lubang biopori dinilai lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, teknologi ini juga berkontribusi dalam menekan risiko banjir, menjaga kualitas tanah, serta mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Ke depan, diharapkan teknologi tepat guna ini dapat dikelola secara mandiri oleh warga dan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan Desa Sawarna yang lebih bersih dan sehat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
