BACA JUGA:Kaloborasi Epik, Maudy Ayunda Bersama Iwan Fals Populerkan Lagu
BACA JUGA:Update! Sudah Dibuka Beasiswa Pendidikan Maudy Ayunda 2025, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
3. Permudah Akses dan Kurangi Hambatan
Semakin sulit sebuah tindakan dilakukan, semakin besar kemungkinan kita menundanya.
“Kalau kamu pengen kurangi nonton TV, coba deh cabut kabelnya atau sembunyikan remote-nya,” kata Maudy sambil tertawa kecil dalam videonya.
Sebaliknya, kebiasaan positif bisa dibentuk dengan memperkecil hambatan akses, seperti meletakkan buku bacaan di sisi tempat tidur.
4. Jadikan Memuaskan
Maudy menyebutkan bahwa perasaan puas setelah menjalankan kebiasaan akan memperkuat keinginan untuk mengulanginya.
“Aku pernah dengar ada pasangan yang setiap kali berhasil gak makan di luar, mereka masukin uang ke celengan liburan. Akhirnya bisa liburan ke Eropa,” ceritanya.
Ini contoh sederhana bahwa rasa puas tidak harus instan, tapi bisa dibentuk melalui tujuan kecil yang menyenangkan.
BACA JUGA:Ayo Daftar ! Berikut Penjelasan Beasiswa Maudy Ayunda Dibuka Bagi Seluruh Mahasiswa S1
BACA JUGA:UIN SMH Banten Gandeng Bank Indonesia Gelar KKN Tematik Keuangan Digital QRIS di Kecamatan Serang
Tak hanya itu, Maudy juga menyarankan pelacakan kemajuan agar kita bisa melihat pertumbuhan secara nyata. Ia sendiri menggunakan jurnal dan kalender visual. “Setiap kali centang kalender itu, rasanya satisfying banget,” katanya.
Dalam video itu, Maudy juga menyinggung strategi komitmen sosial seperti kontrak kebiasaan. Ia mengisahkan seseorang yang membuat perjanjian dengan keluarga untuk bayar denda kalau melanggar rutinitas sehat.
“Kalau kamu gak konsisten, ya harus ada resikonya juga. Itu bikin kita lebih disiplin,” ucapnya.
Namun di akhir, Maudy memberi pengingat penting: tidak semua metode cocok untuk semua orang. “Setiap orang unik. Kamu harus tahu cara apa yang paling bekerja buat kamu,” jelasnya.