Kreator dari luar AS mungkin akan kehilangan sebagian jangkauan mereka karena algoritma baru hanya menampilkan konten berbasis data lokal.
Para pembuat konten perlu menyesuaikan strategi agar tetap bisa masuk ke pasar AS yang kini menjadi lebih tertutup dari pengaruh luar.
BACA JUGA:Perjalanan Kopi Tuku: Dari Kedai Kecil Cipete hingga Melanglang ke Amsterdam
BACA JUGA:Viral di Media Sosial, Pemilihan Duta Pariwisata Banten 2025 Dipertanyakan
ByteDance Dikejar Tenggat Waktu
Pemerintah AS melalui UU 2024 memberikan tenggat waktu hingga 19 Januari 2025 bagi ByteDance untuk menjual atau sepenuhnya memisahkan TikTok dari struktur perusahaan Tiongkok. Jika tidak, TikTok terancam diblokir secara nasional.
Sebagai langkah antisipatif, TikTok sudah mulai memindahkan data pengguna non-AS dari server Amerika ke lokasi lain.
Sementara itu, data pengguna AS tetap disimpan di pusat data lokal milik Oracle, menjadi pondasi untuk aplikasi baru yang lebih aman menurut standar pemerintah AS.
Belum Ada Pengumuman Resmi
Walau proyek ini sudah berjalan cepat di balik layar, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari TikTok maupun ByteDance.
Namun sumber dalam menyebutkan bahwa pengembangan "M2" menjadi prioritas utama demi mencegah pelarangan total aplikasi di AS.