INFORADAR.ID Washington Post menyebut Suku Kajang sebagai penjaga hutan terbaik di dunia, lantaran hutannya masih terjaga dan tetap lebat lestari.
Sulawesi Selatan yang terletak di wilayah timur Indonesia menjadi rumah bagi suku pribumi aslinya yakni, Suku Kajang yang ditinggal di Desa Tana Toa, Kabupaten Bulukumba.
Kenapa media asing Washington Post mengatakan Suku Kajang sebagai penjaga hutan terbaik di dunia?
Kelompok etnis ini dikenal karena kearifan mereka menjaga kelestarian hutan dan lingkungan alamnya.
Konservasi yang dilakukan Suku Kajang menjadi semakin penting, dimana kehidupan mereka sangat bergantung pada hutan dan alam sekitarnya dari nenek moyang hingga kini.
Artikel Washington Post tentang Suku Kajang-The Washington Post -
Mereka berhasil menjaga keseimbangan dan kehidupannya, bagaimana cara Suku Kajang menjaga hutannya hingga dikatakan sebagai penjaga hutan terbaik di dunia?
Dalam menjaga kelestarian hutan dan alamnya, mereka membagi perbatasan hutan yang dibagi berdasarkan kebutuhan warganya.
Hutan Karama
Hutan Karama atau hutan keramat area hutan yang diyakini sebagai tempat tinggal para roh leluhur, karena itu dipenuhi dengan kekuatan spiritual.
Kawasan ini hanya boleh dimasuki oleh pemimpin adat dan anggota adat ketika upacara adat diadakan.
Jika orang dari luar masuk, orang tersebut dipercaya akan mendapat hukuman setimpal (tidak menemukan jalan keluar, bahkan akhirnya meninggal).
Demikian juga dengan binatang seperti anjing, jika masuk dan berhasil keluar, anjing tersebut tidak akan bisa menggonggong lagi.
Borong Battasayya
Kawasan hutan penyangga atau pembatasan. Di area hutan ini, masyarakat Kajang diperbolehkan mengambil hasil hutan dengan syarat-syarat tertentu yaitu:
- Pohon yang ditebang harus diganti dengan menanam dua pohon pengganti.
- Lokasi penanaman pohon pengganti ditentukan oleh ketua adat.
- Penebangan hanya boleh dilakukan jika pohon pengganti telah tumbuh subur.
- Pohon yang ditebang harus dipanggul dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman lain di sekitarnya.