INFORADAR.ID - Harga batu bara saat ini tengah mengalami tekanan yang cukup berat di pasar global.
Penurunan harga batu bara ini menjadi perhatian serius karena mempengaruhi banyak sektor, termasuk energi dan keuangan daerah penghasil.
Harga batu bara yang melemah turut menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor dan pelaku industri.
Tidak hanya itu, anjloknya harga batu bara diprediksi akan terus berlanjut jika kondisi pasar tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Karena itu, penting untuk menelisik lebih dalam apa yang sebenarnya menyebabkan harga batu bara terus tergelincir.
BACA JUGA:Black Horses Hadir dengan 'Tirani Tua', Lagu Berbahasa Indonesia yang Mengusung Pesan Perlawanan
BACA JUGA:Perubahan TikTok Setelah Pukul 10 Malam, Ini Dampaknya Buat Remaja
1. Turunnya Permintaan dari China dan India
Dua negara raksasa, China dan India, merupakan konsumen utama batu bara dunia.
Namun, belakangan ini keduanya mengalami penurunan konsumsi karena faktor ekonomi dan kebijakan energi nasional.
Di China, produksi batu bara dalam negeri meningkat pesat sementara aktivitas ekonomi melambat, menciptakan surplus pasokan. Hal ini berdampak langsung pada tekanan harga di pasar internasional.
India pun menunjukkan tren serupa dengan mempercepat penggunaan energi alternatif, yang mengurangi ketergantungannya pada batu bara.
2. Percepatan Peralihan ke Energi Terbarukan
Beralihnya fokus global ke energi ramah lingkungan semakin memperlemah posisi batu bara sebagai sumber energi utama.
Negara-negara besar kini gencar mengembangkan infrastruktur energi hijau seperti tenaga surya dan angin. Akibatnya, konsumsi batu bara global menurun secara bertahap, memicu pelemahan harga di berbagai pasar utama.