Penggunaan benang gigi yang kasar malah dapat menyebabkan iritasi atau perdarahan dengan membersihkan gigi menggunakan benang secara rutin, kamu juga dapat mengurangi risiko bau mulut akibat penumpukan bakteri.
BACA JUGA:Terjebak di Zona Nyaman, Ini 4 Kesalahan Gen Z dalam Mengejar Karier
BACA JUGA:4 Skill yang Diperlukan untuk Bekerja di Jepang, Catat dan Siapkan Mulai Sekarang
2. Gunakan Pembersih untuk Lidah
Lidah sering kali menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab bau mulut terutama saat berpuasa.
Berkurangnya produksi air liur selama puasa membuat bakteri lebih mudah menempel dan berkembang di permukaan lidah.
Lapisan putih di lidah umumnya terdiri dari bakteri, sisa makanan dan sel-sel mati yang jika tidak dibersihkan dapat memperparah aroma napas.
Oleh karena itu, membersihkan lidah secara rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mulut selama Ramadan.
3. Pilih Pasta Gigi yang Berkualitas
Memilih pasta gigi yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi, terutama ketika berpuasa.
Pasta gigi yang mengandung fluoride dapat membantu memperkuat enamel gigi dan mencegah risiko gigi berlubang akibat sisa makanan.
Selain itu, fluoride juga berfungsi melindungi gigi dari asam yang diproduksi oleh bakteri di dalam mulut. Dengan pemakaian rutin, gigi akan lebih kuat dan tahan terhadap kerusakan.
4. Akhiri dengan Obat Kumur
Menggunakan obat kumur antiseptik dapat membantu membunuh bakteri penyebab bau mulut dan mencegah peradangan gusi yang sering terjadi akibat penumpukan plak.
Selama puasa, produksi air liur berkurang sehingga bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan napas tidak segar.
Dengan berkumur menggunakan antiseptik, bakteri berbahaya bisa dikendalikan tanpa mengganggu keseimbangan alami dalam mulut.