Beberapa minggu kemudian, belatung di wajah bibi hilang. Anehnya, setengah kulit wajahnya yang semula membusuk itu kembali rata. Tidak membekas.
Satu hari kemudian, keanehan lain muncul. Wini tidak lagi merasakan kakinya menapak ke tanah. Seolah, dia melayang ketika berjalan.
Wini mengalaminya selama beberapa hari. Lalu, dia jatuh sakit.
Dalam waktu 1 bulan, tubuh Wini habis. Tubuhnya yang semula padat berisi, berubah kurus. Wajahnya seperti tengkorak karena hanya tinggal kulit. Wini mengering.
Wini akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya terbaring di atas kasur dengan memakai baju warna pink.
Fisik dan baju yang dia pakai itu sama persis dengan sosok mirip Wini yang dilihat Agisna beberapa bulan lalu. Pada malam kelahiran anak pertama Wini dari suami keempatnya di rumah sakit.
Sosok mirip Wini yang dilihat Agisna berdiri di pintu dapur itu rupanya tanda kematian Wini. Seperti sebuah gambaran tentang kondisi Wini ketika meninggal dunia.
Pada hari kedua kematian Wini, keluarganya bersama para tetangga kembali membacakan tahlil. Mendoakan Wini agar amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Usai tahlil, seorang tetangga yang ahli spiritual tiba-tiba berbicara, “Ini mah minta satu lagi, karena mintanya tujuh”.
Omongan ahli spiritual itu membuat Nek Ijah syok. Dia takut jika omongan itu benar-benar terjadi. Nek Ijah tidak mau dirinya atau keluarganya mati dalam keadaan mengerikan.
Dua hari kemudian, Nek Ijah meninggalkan kampungnya. Dia membawa Aden. Pindah ke Sukabumi, Jawa Barat.
Sedangkan, Agisna dijemput oleh Ahmad, bapak kandungnya. Ahmad membawa gadis kecilnya itu ke Tangerang, Banten. Untuk tinggal bersamanya.
Sejak kecil, Agisna harus berpisah dengan Ahmad karena kematian ibu kandungnya. Agisna dirawat oleh Nek Imah, mertua Ahmad.
Nek Ijah dan Ahmad berpikir, dengan pergi dari kampung itu, bisa terhindar dari kematian yang mengerikan. Mati dalam keadaan badan mengering tanpa darah.
Nek Ijah dan Aden memang sempat hidup tenang di rumah baru mereka. Begitu pula dengan Agisna dan Ahmad. Mereka tidak lagi mengalami kejadian-kejadian aneh dan menyeramkan.
Tapi, lima tahun setelah kematian Wini, ancaman kematian yang mengerikan itu kembali datang. Aden yang mengalaminya.